Selasa, 12 November 2013

Kebakaran di Bontang, Satu Petugas Tewas

Kebakaran di Bontang, Satu Petugas Tewas - SEMENTARA kebakaran juga terjadi di Bontang di waktu nyaris bersamaan dengan Samarinda. Sebuah ruko di Jalan MT Haryono hangus terbakar, sekitar pukul 11.45 Wita kemarin. Ruko milik Hj Mahati yang terbakar, sebagian disewakan untuk warung kuliner dan kontrakan. Kerugian pun ditaksir mencapai Rp 500 juta. Tragisnya, musibah ini merenggut satu korban, yakni seorang petugas pemadam kebakaran tewas. Korban adalah Imran Bustani (36), yang tewas saat hendak menuju lokasi kebakaran. Warga Jalan Cut Nyak Dien RT 09 Kelurahan Bontang Baru itu, tersangkut kabel milik salah satu perusahaan televisi berbayar dan jatuh di Jalan Kapten Piere Tendean.

Saat kejadian korban berdiri di atas mobil pemadam. Diduga tidak memperhatikan ada kabel melintang di tengah jalan, leher korban tersangkut. Korban terpental ke aspal dengan kondisi tidak menguntungkan. Punggung korban mendarat ke aspal terlebih dahulu. Informasi yang dihimpun, akibat insiden itu tulang punggung korban patah dan menembus paru-paru.

Oleh rekan-rekannya, korban dibawa ke RS Amalia menggunakan motor. Sementara, mobil pemadam bergegas menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk memadamkan api. Nahas, korban yang dibawa tak dapat ditolong lagi. Bapak satu anak itu tewas sekitar pukul 14.00 Wita.

“Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Rekan-rekan korban yang melihat kejadian itu akan segera diminta keterangan. Belum bisa dipastikan apakah tewasnya korban akibat lakalantas (kecelakaan lalu lintas) atau laka kerja,” kata Kapolres Bontang AKBP Heri Sasangka, melalui Kasubag Humas Iptu Kalvien, kemarin.

Kontan saja, kabar duka itu menghantam petugas pemadam kebakaran dari Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pasukan Memadamkan Kebakaran (DKP-PMK). Usai menyelesaikan tugasnya memadamkan api di TKP, mereka tidak langsung kembali ke markas. Melainkan memilih singgah ke RS Amalia untuk memastikan kondisi korban.
“Anggota kami ingin mengetahui kondisi korban. Imran adalah anggota kami. Saat hendak berangkat memadamkan api, terjadi insiden di depan SMP 1 Bontang (Jalan Kapten Piere Tendean, Red.). Informasi yang saya peroleh dari petugas pemadam lain, korban tersangkut kabel dan jatuh,” kata kepala DKP-PMK Sofiansyah, saat ditemui di RS Amalia.

Sementara itu, kebakaran yang melanda kemarin merupakan yang pertama sejak bulan Asyura alias Muharam atau November. Api diduga pertama kali berasal dari kontrakan yang didiami Selfi (41), yang juga menantu Hj Mahati. Akibatnya, api membesar dan meluluhlantakkan warung kuliner Mie Pedas Mampus milik Mila Anggraeni dan rumah yang didiami Hj Mahati.

Empat water canon dan tiga unit truk penyuplai air dikerahkan. Awalnya, pemadam dibuat kerepotan saat memadamkan api. Pasalnya, mayoritas ruko itu berbahan kayu. Sehingga, dengan cepat api menghanguskan ruko tersebut. Api baru bisa dipadamkan pada pukul 12.15 Wita.
“Dugaan sementara, kebakaran itu disebabkan adanya hubungan arus pendek atau korsleting. Karena sebelumnya memang mati lampu, namun saat terbakar lampu sudah menyala, kemudian mati lagi. Meski demikian, kami masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Saksi mata yang melihat kejadian itu langsung kami periksa satu per satu, termasuk pemilik rumah dan penyewanya,” kata Kalvien, lagi.

Usai api dipadamkan, polisi langsung membentangkan police line untuk mengevakuasi TKP. Pasalnya, korban kebakaran mencari sisa-sisa harta benda yang sewaktu-waktu bisa diselamatkan.
Akibat kebakaran itu, Jalan MT Haryono ditutup total. Penutupan dilakukan dari simpang tiga Bontang Plasa hingga simpang tiga Jalan Bhayangkara-Jalan Imam Bonjol. Kendati demikian, ada saja pengendara yang nekat menerobos barikade polisi dan tentara.

Previous
Next Post »

Posting Komentar