Kamis, 06 Maret 2014

Bisnis Kroto (1) Telur Semut Api, Bisnis yang Sangat "Menyengat"

Bisnis Kroto (1) Telur Semut Api, Bisnis yang Sangat "Menyengat" - Mungkin tidak banyak orang mengetahui apa itu kroto. Kroto merupakan telur dari semut api atau lebih dikenal dengan sebutan semut rangrang. Namun siapa yang menyangka, bisnis telur serangga ini mampu menghasilkan omzet hingga puluhan jutaan rupiah dalam satu bulan.

Kroto biasa digunakan sebagai pakan burung dan sebagai umpan memancing. Banyaknya permintaan kroto tidak sebanding dengan populasi semut rangrang, oleh karena itu demi menjaga populasinya banyak yang melihat ini sebagai celah untuk mengembang biakannya. Sebab, pasarnya menjanjikan.

Lalu bagaimana memulai bisnis ini dan apa saja yang harus dilakukan? Ade Yusdira seorang pengusaha ternak kroto dan juga seorang pengajar, bersedia membagikan ilmunya.

"Saya memulai bisnis ini dari satu tahun lalu, dan hingga kini terus berkembang, dari bisnis ini omzetnya bisa Rp50 juta hingga Rp60 juta per bulan," katanya ketika dihubungi, Selasa (25/2/2014).

Sementara rata-rata penghasilan dari bisnis kroto bisa menghasilkan hingga Rp20 juta hingga Rp30 juta. Untuk bibit semut rangrang keuntungannya hingga Rp30 juta.

Untuk pemasaran usahanya, Ade menggunakan media online, iklan di koran, dan langsung dari mulut ke mulut. Kendati demikian, segmen pasarnya sangat luar hingga ke Palembang, Lampung, Jawa, dan Jambi.

"Dikirimnya dengan menggunakan stoples. Biasanya itu cukup setengah sarang," kata dia.

Demi menjalankan roda usahanya yang terus berkembang, Ade mempekerjakan 20 orang karyawan. "Keuntungan dikelola bersama," jelasnya.

Suplai dan Demand Tak Seimbang

Banyaknya permintaan kroto, tidak sebanding dengan persediaan, membuat orang tertarik dengan bisnis ini. Menurutnya, saat ini ada sekira 100 toko pancing dan burung di Bogor, per toko saja membutuhkan kurang lebih 5 kilogram (kg) dalam sehari.

"Di Bogor saja kebutuhan kroto bisa mencapai 500 kg per hari, dan bibit 600 stoples per bulan, tapi persoalannya kan di alam sangat terbatas," jelas dia.

Selain banyaknya permintaan, bisnis ini juga menguntungkan, tidak heran banyak orang yang ingin mencoba bisnis ini. Namun menurut Ade, dalam memulai bisnis perlu adanya modal atau pengetahuan tentang menjalani bisnis kroto ini, untuk itu, dirinya dan teman-temannya membuka pelatihan untuk bisnis ini.

"Setiap hari ada 1-15 orang yang melakukan pelatihan, ini gratis," ujarnya. (okezone)

Previous
Next Post »