Selasa, 01 Juli 2014

Santriwati Penghafal Al-Qur'an 17 Juz Butuh Biaya Pesantren. Ayo Bantu!!

Santriwati Penghafal Al-Qur'an 17 Juz Butuh Biaya Pesantren. Ayo Bantu!!

MAGETAN, Infaq Dakwah Center (IDC) – Musim pendaftaran siswa/santri baru tahun ajaran baru 2014-2015, banyak anak-anak berprestasi, anak-anak yatim dan dhuafa yang terancam pendidikannya karena terbentur biaya.

Padahal mereka telah mengorbankan kebahagiaan dan jiwanya untuk berpisah dengan keluarga untuk menuntut ilmu di pesantren, dengan harapan kelak menjadi penerus risalah Islam. Uluran tangan para dermawan sangat mereka butuhkan.



Santriwati Penghafal Al-Qur'an 17 Juz Butuh Biaya Pendidikan

Sabtu sore sebelum magrib, dalam suasana mendung, seorang aktivis Islam menghadap kepada Direktur IDC. Tanpa bicara panjang kalam, setelah memperkenalkan diri dan maksud tujuannya, ia menyerahkan selembar kertas bergaris bertulisan tangan bolak-balik empat halaman.

“Pak ini amanah dari guru ngaji saya. Tolong dibantu ya Pak, kasihan ini santri berprestasi butuh dana mendesak untuk biaya pesantren,” ujarnya ditemani istri dan anak balitanya.

“Insya Allah akhi, nanti kami follow up surat ini. Terima kasih informasinya,” jawab Abu Mumtaz.

Setelah beberapa hari melakukan pengecekan, ternyata surat yang ditulis santriwati dari pesantren itu benar adanya. Penulis surat adalah santriwati berprestasi yang sangat layak dibantu.

...Infaq biaya pendidikan ini sangat besar keutamaannya. Dari setiap kalimat kebaikan dan dakwah yang mereka tebarkan, insya Allah kita akan menuai pahalanya...

Biaya yang diperlukan Maghfirah di pesantren sebetulnya sangat murah, yaitu sebesar Rp 450.000 setiap bulan, sudah termasuk SPP, uang makan, alat-alat belajar dan keperluan sehari-hari. Namun orang tuanya adalah kalangan dhuafa. Ia adalah pekerja keras yang shalih, aktivis Islam dan bekerja sepenuh amanah di tempat kerjanya.

Inilah surat selengkapnya, dengan beberapa editing ejaan tanpa merubah konteks:



Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Namaku Nur Maghfirah, biasa disapa Firah. Aku anak sulung dari tiga bersaudara, dilahirkan di Tanjung Priok Jakarta tanggal 13 juli 1997.

Alhamdulillah, Allah Ta’ala mengaruniakan kelebihan di tempat menuntut ilmu, dari TPA hingga sekolah saat ini. Dari TK sampai SMP aku termasuk peringkat 3 besar. Saat mengikuti lomba cerdas cermat tingkat SMP se-Jakarta Utara, aku berhasil memperoleh juara III se-Jakarta Utara.

Pada tahun 2007 lalu terjadilah banjir besar di Jakarta, sehingga semua yang dimiliki orang tuaku habis ludes tersapu banjir. Karena kondisi yang tidak memungkinkan lagi akhirnya orang tuaku memutuskan untuk pindah ke daerah Bekasi untuk merintis ekonomi mulai dari nol lagi.

Dalam ekonomi yang sangat sulit, aku ingin sekali sekolah di pondok pesantren. Karena keinginanku yang kuat, akhirnya aku disekolahkan di pondok pesantren, padahal orang tuaku tidak memiliki biaya sedikitpun. Bahkan untuk sekedar biaya transport menuju pondok saja harus pinjam kesana kemari. Alhmdulillah, akhirnya keinginanku sekolah di pondok pesantren tercapai juga tepatnya di daerah Plaosan Magetan Jawa Timur.

Di pondok pesantren putri Tahfizul Qur’an ini, ini aku sudah duduk di kelas dua SMP. Alhamdulillah pendidikannya sangat bagus, sehingga aku telah berhasil menghafal Al-Qur'an 17 Juz. Di pesantren ini kukejar cita-citaku untuk menjadi seorang hafizhah (penghafal Al-Qur'an) dan guru agama Islam supaya kelak bisa berbagi ilmu untuk umat. Aku ingin menjadi mujahidah, guru Al-Qur'an dan bahasa Arab karena aku sangat menyukai kedua pelajaran itu.

…Di pesantren ini kukejar cita-citaku untuk menjadi seorang hafizhah (penghafal Al-Qur'an) dan guru agama Islam…

Aku ditakdirkan Allah terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Kini abiku bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah Sekolah Dasar Islam, dengan penghasilan yang untuk biaya makan sehari-hari saja tidak mencukupi.

Aku bingung dengan kondisi ini. Aku bingung bagaimana dengan biaya sekolahku di pesantren sekarang ini. Tapi aku yakin karena aku masih punya Allah yang akan selalu menolongku. Hanya kepada Allah semua harapan dan cita-cita itu kuserahkan.

Karena penghasilan orang tuaku tidak cukup untuk memenuhi biaya pesantren, maka surat ini adalah ikhtiar yang kutempuh. Semoga ada dermawan yang dipilih Allah untuk terketuk membantu biaya pendidikanku di pesantren putri Tahfizhul Quran, agar cita-citaku mendakwahkan Islam terkabul.

Semoga Allah melipatgandakan pahala bagi siapapun yang berkenan menolong meringankan beban biaya selama menuntut ilmu di pesantren putri ini. Ya Allah, karuniakanlah pahala dan keberkahan yang berlipatganda kepada siapapun yang menolongku dari kesulitan ini.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

…Aku ingin menjadi mujahidah, guru Al-Qur'an dan bahasa Arab. Aku sangat menyukai kedua pelajaran itu…



Infaq Cerdas untuk Beasiswa Yatim, Dhuafa & Siswa Berprestasi

Surat Maghfira dari pesantren itu sengaja kami publikasikan untuk mewakili ratusan anak-anak yatim, generasi mujahidin dan anak-anak dhuafa lain yang butuh bantuan beasiswa dan pendidikan.

Kepedulian kita adalah masa depan mereka, di dalam harta yang kita miliki terdapat hak mereka. Dari infak dan zakat kita akan lahir senyum masa depan anak-anak yatim dan dhuafa.

Berapapun bantuan kita untuk biaya pendidikan mereka, sangat besar manfaat, berkah dan pahalanya. Dari setiap kalimat kebaikan dan dakwah yang mereka tebarkan, insya Allah kita akan menuai pahalanya.

Bagi kaum Muslimin yang berminat menyalurkan zakat, infak dan shadaqahnya ke dalam program Infaq & Zakat Cerdas untuk Beasiswa Pendidikan Yatim dan Dhuafa, bisa mengirimkan donasi ke nomor rekening IDC:

Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center
Bank BNI Syari’ah, No.Rek: 293.985.605 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center
Bank Syariah Mandiri (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center
Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.728.9 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center
Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center
Bank BCA, no.rek: 631.0230.497 a/n Budi Haryanto (Bendahara IDC)



CATATAN:

Demi kedisiplinan amanah agar tidak bercampur dengan dana lainnya, silahkan tambahkan nominal Rp 2.000 (dua ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.002.000,- Rp 502.000,- Rp 202.000,- Rp 102.000,- 52.000,- dan seterusnya.
Bila biaya pendidikan Maghfirah sampai tamat pesantren sudah tercukupi, maka donasi dialihkan untuk beasiswa yatim, dhuafa maupun program IDC lainnya.
Info: Mumtaz (08567700020 - 08999.704050).

Previous
Next Post »