Sabtu, 16 Agustus 2014

MMM Bukan Instrumen : Investasi OJK Terima Ratusan Pengaduan Masyarakat

MMM Bukan Instrumen : Investasi OJK Terima Ratusan Pengaduan Masyarakat - , program MMM yang juga disebut Komunitas Mavrodian Indonesia (Mavrodi Mondial Moneybox) tidak mengantongi izin usaha dari OJK.

’’Kami telah menelusuri bahwa program MMM itu merupakan social financial networking dan tidak termasuk cakupan investasi. Sebab, tidak ada underlying (tujuan) investasi,’’ ujarnya Rabu (13/8).

Sebelumnya, OJK menerima setidaknya 145 informasi, pengaduan, dan pertanyaan dari masyarakat mengenai legalitas jenis investasi seperti MMM. Menurut kabar, tawaran ’’investasi’’ di MMM menjanjikan bunga atau imbal hasil hingga 30 persen per bulan.

Karena itu, ujar Lucky, pihaknya berharap masyarakat makin berhati-hati jika mendapat iming-iming produk atau layanan jasa keuangan yang menawarkan keuntungan sangat tinggi, atau tidak masuk akal ketimbang imbal hasil produk keuangan lainnya.

’’Kalau ada yang begitu, masyarakat harus lapor. Nanti Satuan Tugas Waspada Investasi menangani dan menganalisis laporannya. Apa termasuk melawan hukum di bidang pengelolaan investasi,’’ terangnya. OJK juga akan berkoordinasi dengan kepolisian bila operasi MMM ternyata merugikan masyarakat.

Kepala Eksekutif Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S. Soetiono mengungkapkan, setidaknya di Indonesia ada 750 perusahaan investasi yang masuk dalam kategori bodong. Jumlah tersebut diperoleh sejak OJK beroperasi pada 2013. Selain tidak berizin, perusahaan-perusahaan itu menyalahgunakan izin.

’’Kami sudah punya 750 perusahaan yang terdata. Ini perusahaan yang izinnya tidak jelas dan produknya tidak diawasi regulator. Semua sudah kami laporkan kepada Satgas Waspada Investasi. Sebab, investasi semacam ini bukan menguntungkan, malah merugikan masyarakat,’’ ungkapnya.

Per 1 Agustus 2014, OJK menerima 11.851 laporan dari masyarakat. Sebanyak 1.446 laporan berupa pengaduan. Terbanyak adalah 964 pengaduan masyarakat yang ditujukan untuk sektor perbankan. Sisanya, pengaduan untuk sektor nonbank dan pasar modal. Untuk pengaduan nonbank, ada 420, terutama perihal asuransi dan perusahaan pembiayaan.
Sumber : - Jawapos.com -

Previous
Next Post »