Sabtu, 16 Agustus 2014

Pendapat Pakar Keuangan Soal Sistem Investasi MMM

Pendapat Pakar Keuangan Soal Sistem Investasi MMM - Masyarakat tengah ramai membicarakan 'investasi' MMM atau Manusia Membantu Manusia. Banyak yang tertarik bergabung ke sistem yang punya nama asli Mavrodi Mondial Moneybook ini, karena berani menjanjikan keuntungan 30% per bulan.

Menurut Aidil Akbar Madjid, perencana keuangan, MMM bisa tumbuh subur karena sifat ingin mendapat kekayaan secara instan. "Masih banyak orang yang mau mendapat uang dengan cepat, tapi tanpa bekerja. Sifat seperti ini yang membuat sistem piramida bisa berkembang," tuturnya, dikutip dari Detikfinance.

Pada dasarnya, MMM adalah skema Ponzi atau money game. Sistem MMM hanya mengandalkan perputaran uang di antara para anggotanya.

Sistem ini juga disebut piramida, yaitu mengandalkan orang lain dalam melipatgandakan uang. Contohnya, satu klien bisa mendapat untung jika ada klien baru yang memasukan uang, begitu seterusnya. Jika suatu saat tidak ada lagi klien yang mau memasukan uang, maka di situlah permainan berakhir.

"Misalnya 1.000 orang harus transfer ke 100 orang. Untuk meng-cover yang 1.000 itu butuh orang 1.500-2.000 orang lagi. Semakin ke bawah orangnya semakin banyak. Inilah makanya disebut sistem piramida," papar Aidil.

Dalam sistem MMM, lanjut Aidil, juga tidak ada barang yang diperdagangkan. Bahkan perputaran uang antar anggota, juga tidak ditempatkan dalam investasi apapun.

"Tidak ada bisnis, tidak ada profit. Makanya keuntungan 30% itu tidak masuk akal," tegasnya.

Namun, tambah Aidil, sistem piramida seperti MMM akan terus menjamur jika sifat ingin kaya secara instan masih ada. "Ingin kaya mendadak, tidak mau berinvestasi dengan benar, tidak sabar, dan sebagainya. Kalau yang seperti itu masih ada ya susah," tuturnya.

Previous
Next Post »