Senin, 13 Oktober 2014

Buaya Kanaan Berhasil Di Tangkap Warga

Buaya Kanaan Berhasil Di Tangkap Warga - Seekor buaya sepanjang 3 meter lebih yang berkeliaran di sekitar Sungai Kanaan, berhasil ditaklukan. Seorang pawang bersama empat warga setempat berhasil menangkap predator berdarah dingin ini, Sabtu (11/10) sekira pukul 19.30 Wita.

Ali Muhammad, pawang buaya di Kanaan mengatakan, rencana penangkapan sudah dilakukan sejak buaya itu beberapa kali muncul ke permukaan sungai. Khawatir akan timbul korban jiwa, Ali bersama empat warga Kanaan berinisiatif menangkan hewan buas itu.

Dalam proses penangkapannya, Ali dibantu empat warga Kanaan; Aswar, Asmudin, Arif Lamba, dan Jefri. Berbekal pernah mengikuti pelatihan menjinakkan buaya, mereka tanpa ragu menangkap buaya itu di tengah kegelapan hanya dengan bambu yang ujungnya memiliki sebuah jeratan dari kawat.
Saat muncul ke permukaan air sungai, kepala buaya itu langsung dijerat. Beruntung, saat itu air sungai juga sedang surut sehingga proses penangkapannya lebih mudah. "Setelah kawat masuk (ke kepala, Red.) kami langsung menariknya secara bersama-sama," urai Ali.

Usut punya usut, buaya ini diduga sudah lama hidup di sekitar pemukiman warga yang terletak di pinggir Sungai Kanaan. Kabarnya, dulu, warga sempat mengira hewan itu hanyalah seekor biawak lantaran ukurannya masih kecil. Tanpa disangka, lama kelamaan, hewan tersebut ternyata adalah buaya setelah berukuran besar. "Awalnya warga kami yang sering memancing di sungai mengira hanya seekor biawak, ternyata lama-lama tumbuh besar, " jelas Ali.

Meski sudah menangkap buaya itu, Ali mengungkapkan diduga masih ada 4 ekor buaya lain yang masih hidup di sekitar sungai Kanaan.

Sementara itu, setelah ditangkap, buaya itu kemudian langsung diserahkan warga ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bontang. Karena tidak memungkinkan untuk direlokasi ke Telaga Bening di Kutai Timur (Kutim) di malam hari, akhirnya buaya itu sempat diinapkan di Balai Taman Nasional Kutai (TNK)Kepada wartawan, Pujo Kuncoro, Kepala Sub Bidang (Kasubid) Konservasi dan Data Lingkungan BLH Bontang mengungkapkan, BLH akan mengkonfirmasi terlebih dulu ke pihak Telaga Bening untuk bersedia menerima buaya yang ditangkap itu. Proses pemindahannya diharapkan bisa sesegera mungkin agar buaya itu tidak stres. "Ini adalah kali keempat buaya yang kami tangani. Seperti sebelum-sebelumnya, buaya yang kami terima akan ditempatkan di Telaga Bening," ujar Pujo.

Sementara, anggota DPRD Kaltim Henry Pailan yang rumahnya berada tak beberapa meter dari lokasi penangkapan menceritakan, buaya-buaya tersebut memang sudah ada di sekitar sungai Kanaan sejak dulu.
"Waktu buayanya kecil-kecil sering muncul. Tapi, karena buayanya sudah besar, makanya warga menangkapnya. Khawatir kalau menyerang warga, terutama anak-anak," katanya.

Previous
Next Post »