Minggu, 18 Januari 2015

Fenomena Usai Kecelakaan Pesawat, Ikan Tak Laku di Pangkalan Bun

Fenomena Usai Kecelakaan Pesawat, Ikan Tak Laku di Pangkalan Bun - Berbagai fenomena muncul akibat kecelakaan Pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Perairan Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kini ikan di pasaran menjadi tidak laku karena warga enggan mengkonsumsi ikan laut untuk beberapa waktu belakangan ini.

Pengepul ikan di wilayah Kotawaringin Barat mengaku dagangannya tengah tidak laku di pasaran. Ada kabar yang beredar, warga enggan mengkonsumsi ikan laut saat ini karena beranggapan ikan di Perairan Pangkalan Bun memakan jenazah korban Pesawat AirAsia QZ8501.

"Dagangan nggak laku, sepi sekali sekarang. Orang takut beli ikan karena anggapannya ikan makan orang, korban AirAsia," ujar salah seorang pengepul ikan yang enggan disebutkan namanya di Tempat Pelelangan Kumai kepada detikcom, Sabtu (10/1/2024).

Dengan adanya fenomena ini, pria pengepul ikan itu pun kini harus gigit jari. Ia saat ini hanya bisa menjual barang dagangannya sedikit karena ikan benar-benar sedang tidak laku.

"Biasanya emang gini, kalau habis ada kecelakaan di laut, warga jadi takut membeli ikan. Lama-lama juga biasa lagi, tapi rugi juga kalau lama-lama begininya, pasar (ikan) sepi," kata pengepul tersebut.

Hampir semua warga setempat yang detikcom konfirmasi mengenai kejadian ini mengamininya. Mereka mengaku sejak insiden pesawat AirAsia jenis Airbus 320 itu, ikan sedang dihindari sebagai menu makanan.

"Nggak makan ikan dulu, abis denger-denger cerita orang katanya gitu mitosnya. Tapi kalau udang nggak apa-apa katanya," ucap Lia di Pelabuhan Panglima Utar Kumai.

Lia warga Pangkalan Bun datang ke Pelabuhan karena ingin membeli udang di tempat pelelangan ikan karena anaknya meminta. Namun ia mengaku tak akan membeli ikan dulu untuk beberapa saat.

Sementara itu warga Pangkalan Bun lainnya, Septi mengatakan akibat kabar mengenai ikan yang memakan jenazah, warung-warung seafood di wilayah tersebut banyak yang tutup. Pasar pun diakuinya sedang sepi dari transaksi jual-beli ikan.

"Emang rata-rata di pasar sekarang lagi nggak ada yang jual (ikan). Gara-gara itu. Kabarnya ikan-ikannya makan daging manusia yang jadi korban AirAsia tapi itu kata-katanya, spekulasi orang. Tapi kita kan gak tahu bener apa nggak," cerita Septi di lokasi yang sama.

"Itu yang jualan seafood aja banyak yang nggak jualan. Orang pada nggak beli," sambungnya.

Tak jauh berbeda dari pengakuan Lia dan Septi, remaja putri bernama Firda pun menyatakan hal yang sama. Ia tahu persis mengenai perbedaan situasi di tempat pelelangan ikan dekat pelabuhan karena rumahnya tak jauh dari tempat itu.

"Di pelelangan semingguan ini nggak ada, yang bawa ikan cuma dikit. Mama kan usaha bikin steak ikan, baru 2 hari ini produksi lagi karena baru ada ikan. Susah cari ikan sekarang, biasanya kan pengepul di pelelangan ada yang stok walaupun nelayan belum pulang dari melaut," tutur Firda dalam kesempatan yang sama.

Meski begitu, Firda hari ini mulai mengkonsumsi ikan. Ia berusaha untuk berpositif thinking dan tidak ingin berspekulasi.

"Orang juga pada nggak mau makan ikan, tapi hari ini aku mau makan. Tapi ikan yang kecil aja. Pegawai mama sampe bilang, 'ih kamu kok mau makan ikan', semoga nggak apa-apa," imbuh Firda.

Pantauan detikcom di Tempat Pelelangan Ikan yang tak jauh dari pelabuhan, tempat tersebut memang terlihat sepi. Padahal saat itu sedang ada nelayan yang tengah bongkaran di mana biasanya kala nelayan baru pulang dari melaut, tempat pelelangan ramai pembeli.

"Belakangan sepi, emang ada isu itu, tapi ikan sedikit juga karena gelombang di laut lagi besar jadi jarang ada yang ke laut," tukas Nur, warga yang sedang berada di Tempat pelelangan ikan pada waktu yang sama.

Teman Nur yang datang bersamanya, Parlan juga mengakui hal tersebut. Ia mengaku miris dengan adanya fenomena yang terbilang unik ini.

"Ya orang-orang sini suka begitu. Kalau ada kayak begini (kecelakaan di laut) terus (warga) ditawari ikan laut katanya 'ih makan daging manusia', tapi kan itu isu aja," tutup Parlan mengakhiri.
--detiknews-

Previous
Next Post »