Minggu, 25 Januari 2015

Save Me Orang Utan Jadi Favorit Foto Pengunjung Bandara Sepinggan

Save Me Orang Utan Jadi Favorit Foto Pengunjung Bandara Sepinggan - Saat memasuki area keberangkatan Bandara Internasional Sultan Aji Sulaiman Sepinggan Balikpapan terdapat costumer service dilengkapi dengan layar monitor besar yang memberikan informasi kepada pengujung bandara mengenai keberangkatan pesawat dari jenis maskapai, destinasi tujuan dan waktu keberangkatan. Sesekali ada pengunjung yang berfoto di depan layar tersebut meski tidak sebanyak di lokasi lain.

Di sisi kanan bagian informasi yang berjarak sekitar sepuluh meter terlihat patung Orang Utan bercat warna-warni dengan gambar latar belakang hutan dan sungai yang mengalir. Serta di bagian dinding kanan dan belakang latar tersebut terdapat poster memenuhi dinding bergambar orang utan dan bertuliskan “Save Me”.

Pagi sekitar pukul 09.30 Wita terlihat sekitar delapan pengunjung bandara secara bergantian berfoto di depan patung orang hutan tersebut. Seorang pengunjung bandara yang akan berangkat menuju Jakarta bernama Ariel bersama istrinya menyempatkan diri untuk berfoto disana. Dia mengatakan alasannya memilih lokasi tersebut karena orang utan adalah ciri khas kota Balikpapan.

Sependapat dengan Ariel, pengunjung yang akan terbang ke Kota Yogyakarta bernama Mina bersama putranya juga berfoto di depan patung tersebut. “Menurut saya patung ini itu unik dan Orang Utan itukan ikon Kota Balikpapan,” kata Mina.

Lain halnya dengan Ibrahim. Pria yang mengaku baru pertama kali datang ke area keberangkatan Badara SAMS tersebut berfoto disana hanya untuk sekedar menunjukkan eksistensinya di media social seperti facebook. “Tadikan sudah berfoto di depan layar informasi. Sekarang ambil foto disni,” kata pria yang akan terbang ke Batam tersebut.

Menurut pengamatan TRIBUNKALTIM.CO dulunya terdapat perisai yang merupakan ciri khas Suku Dayak di sisi kanan dan kiri patung tersebut. Tapi pada Minggu (25/1/2015) perisai tersebut tidak ada lagi, hanya terlihat jejaknya berupa sandaran perisai.

Humas Angkasa Pura I Asniar Chairani mengatakan pihaknya telah mendapat laporan mengenai beberapa pengunjung yang mengutak-atik patung tersebut.

“Sebenarnya sudah lama di situ diberi pembatas biar pengujung tidak sembarangan menyentuh patung tersebut. Karena patung itu dikirim oleh pusat (Jakarta), dari Komunitas Pecinta Orang Utan,” katanya.

Previous
Next Post »