Jumat, 02 Januari 2015

Setelah Membuka Celana dalam Saya, Lalu.......Saya Malu Pak

Setelah Membuka Celana dalam Saya, Lalu. Saya Malu Pak - Yen (14), seorang pelajar di Kota Palembang, menjadi korban pencabulan ayah kandungnya sendiri, E (35).

Ditemani ibunya, BT (35), warga Jalan Rimba Kemuning RT 21/33 Kelurahan Kemuning Kecamatan Kemuning Palembang ini mendatangi Polresta Palembang, guna melaporkan perbuatan ayahnya, Rabu (31/12/2014), sekitar pukul 17.30.

Kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Yen menuturkan, aksi bejat yang dilakukan ayah itu terjadi Rabu (29/12) sekitar pukul 22.00, di rumah ayahnya di kawasan Jalan KH Wardoyo Lorong Asem Kelurahan 7 Ulu Kecamatan SU I Palembang.

Kedua orangtua Yen sudah bercerai. Yen yang saat itu tinggal di rumah ibunya, dijemput E untuk diajak tidur di rumahnya. Karena yang mengajak ayahnya sendiri, Yen pun mau.

Pencabulan terjadi saat Yen berada di kamar ayahnya. E saat itu meminta Yen untuk memeluknya. Namun Yen menolak dengan alasan malu karena sudah besar.

Mendengar jawaban Yen, E marah besar. Lalu dengan paksa E memeluk Yen, meraba, dan menciumi dadanya.

"Saya sudah mencoba melawan dan menolak permintaan ayah saya pak. Tetapi ia malah marah-marah dan menampar saya," ungkap Yen kepada petugas.

Aksi E tidak hanya sampai di situ. E kemudian membuka paksa celana dalam Yen dan menindihnya.

"Setelah membuka celana dalam saya, lalu ayah (maaf, red) memasukan jarinya ke kemaluan saya. Kemudian ia kembali menindih saya. Saya malu pak. Oleh karena itu saya laporkan," katanya lagi.

Kasat Reskrim Kompol Suryadi melalui Ka SpK Aiptu Susilo terkait laporan korban menuturkan keterangan korban sudah diambil pihaknya, untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Laporan korban sudah kita terima dengan No Lp : B-3314/XII/2014/Sumsel/Resta, dan akan segera ditindaklanjuti," ujar Susilo.

Previous
Next Post »