Jumat, 27 Februari 2015

Apakah Selingkuh Itu Keturunan ? Pengaruh Hormonal di Balik Perselingkuhan

Mengapa orang bisa tidak setia pada pasangannya? Tindakan menyakiti hati pasangan ini bisa disebabkan karena faktor ingin membuktikan harga diri, tidak puas dengan hubungan yang dijalani, atau karena memang ada kesempatan.

Apa pun alasannya, ketidaksetiaan atau selingkuh juga bisa disebabkan karena faktor biologi dan pengaruh hormonal. Misalnya saja, pria yang hormon testosteronnya tinggi memiliki kecenderungan melakukan hubungan seks di luar hubungannya.

Hal yang sama juga berlaku dengan wanita yang memiliki kadar hormon estrogen tinggi. Penelitian menunjukkan mereka juga cenderung selingkuh.

Tentu saja kita tak perlu membawa-bawa alat tes pengukur kadar hormon untuk mengujinya pada pasangan. Namun, sebenarnya kadar hormon seseorang bisa terlihat tanpa orang tersebut menyadarinya. Pada pria, salah satunya adalah dengan mendengarkan suaranya.

Pria yang memiliki hormon testosteron tinggi biasanya memiliki suara yang dalam, sementara wanita dengan estrogen tinggi memiliki suara yang tinggi.

Dalam penelitian, partisipan studi diminta mendengarkan rekaman suara pria dan wanita yang nadanya sudah diubah menjadi lebih tinggi atau lebih rendah. Kemudian partisipan menebak apakah pemilik suara tersebut akan selingkuh atau tidak hanya berdasarkan suaranya.

Para partisipan menilai pria dengan suara berat dan dalam, serta wanita bersuara tinggi lebih mudah selingkuh. Hasil tebakan tersebut cukup akurat karena kadar hormon dalam tubuh kita akan menentukan nada suara kita.

Tetapi apakah orang yang kadar hormonnya tinggi sudah pasti selingkuh? Memang faktor hormonal berpengaruh tetapi setiap orang tentu punya kemampuan untuk mengendalikan diri setiap kali datang godaan. Lagi pula, kebanyakan perselingkuhan biasanya tidak berakhir manis.

Previous
Next Post »