Rabu, 15 April 2015

Berani Duduk Melayang Seharian Penuh ? Gangga Mascoditos Bisa Melakukannya....

Gangga Mascoditos, pesulap dari Surabaya, menyedot perhatian publik Myanmar, khususnya mereka yang sedang shopping di Junction Square Mall, kota Yangon, Sabtu-Minggu (21-22/3) lalu.

Selama dua hari itu, Kedutaan Besar RI di Myanmar bersama perhimpunan WNI di Myanmar serta Asosiasi Perempuan Indonesia menggelar acara bertajuk pameran transformasi batik.

Guna menarik massa, panitia sengaja mengundang Gangga Gangga Mascoditos dari Surabaya untuk menyuguhkan aksi yang tak biasa.

Aksi Gangga ini didukung juga oleh kelompok magicnya Sense of Wonder yang telah bersama mengeluarkan album pertama Magic Tour Asia.

“Ini memang tantangan baru buat saya. Karena saya belum pernah melakukan sebelumnya. Dan sekaligus pentas perdana saya di luar negeri,” ucap Gangga kepada SURYA.co.id, Kamis (26/3/2015).

Rasa berkecamuk dirasakan Gangga saat menjalani aksinya tersebut. “Apalagi di Myanmar waktu itu Musim Panas. Jadi latihan yang saya lakukan adalah menghadapi cuaca panas yang tak seperti di Indonesia,” tutur pria yang suka pakai topi koboi ini.

Di samping menghadapi cuaca panas, latihan lain yang dilakukan Gangga sebelum memeragakan kemampuannya ‘terbang’ bersama magic chair itu adalah latihan duduk seharian. “Beberapa bulan sebelumnya saya terus latihan stretching otot,” ungkapnya.

Soal makan di atas magic chair bisa diatasi dengan mudah lewat latihan ketat yang dilakukan sejak di Tanah Air. “Tantangan lain yang tak kalah berat adalah harus menahan BAB dan buang air kecil,” ungkapnya.

Selama sekitar 12 jam duduk di kursi bayangan dan tak boleh turun tentu bukan hal mudah. “Saya belum tahu pasti siapa saja magician luar yang sudah melakukan ini. Tapi yang jelas ini pertama kali dilakukan di Myanmar. Dan Publicity Stunt Magic pertama yang saya lakukan di luar Indonesia,” tandas pemilik nama asli Gangga Anindito Widyanugraha ini.

Ini bukan pertama kalinya Gangga melakukan aksi menantang. Sebelumnya, Sarjana Teknik Mesin (2003), dan Sarjana Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (2007) ini juga melakukan prediksi Final Piala Dunia 2010, Street Magic keliling Surabaya dengan mata tertutup selama 12 jam dan 24 jam. Selain itu, pria kelahiran 13 Mei 1982 ini pernah pula bertahan di dalam air dengan suhu yang sangat rendah dalam waktu 9 jam.

Gangga mulai belajar sulap dan musik pada tahun 1993 di Surabaya. Gangga tertarik belajar sulap setelah menonton pertunjukan sulap Pak Gunardi (penyihir dari Surabaya) pada tahun 1990 di sebuah acara pesta sunat.

Aksi pertama Gangga diperagakan saat perayaan Kemerdekaan Indonesia Agustus 1993. Hingga saat ini, Gangga Mascoditos telah melakukan banyak keajaiban di tingkat lokal Jatim maupun di sejumlah kota besar di Indonesia.

Gangga sempat pula memamerkan kemampuan sulapnya di hadapan masyarakat luar negeri seperti di Malaysia, Thailand, Filipina, Hawaii, Singapura, Myanmar (Burma), dan juga Amerika Serikat (AS) pada tahun 1995.

Di layar kaca, sosok Gangga sempat tampil di Panggung Mustika TVRI (1994-1995), dan acara Krucil (SCTV). Tahun 2006, Gangga menjadi finalis pada acara 30 Seconds ke Famous (Global TV). Gangga punya acara khusus di sebuah stasiun televisi lokal Surabaya, dan sempat main film fi Trans7.

Previous
Next Post »