Rabu, 15 April 2015

Kisah Sukses Vina Kurniasih : Kini Omzet Bisnis Boneka Vina Tembus Rp 70 Juta/ Bulan

Ide bisnis bisa datang dari mana saja. Misalnya Vina Kurniasih, dia mendapatkan ide bisnis membuat boneka karena merasa prihatin melihat anak kecil zaman sekarang yang lebih suka bermain gadget. Vina terus memutar otak untuk menciptakan ide baru dalam membuat boneka agar lebih menarik.

Vina tidak main main dengan produk buatannya. Dia membuat boneka secara manual alias menggunakan tangan (handmade) agar produk yang dihasilkan bisa sempurna. Vina berambisi mengalahkan pamor boneka asal Amerika Serikat yakni barbie.

Perempuan 46 tahun ini, mengawali bisnisnya pada 2012 silam. "Saya ingin mengembalikan budaya tradisional itu (anak-anak perempuan bermain boneka)," ujarnya.

Pertama kali memulai usaha ini, Vina menyiapkan modal Rp 700.000. Boneka yang dibuat terdiri dari berbagai macam karakter yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan demi kepuasan konsumen yang bisa membeli boneka sesuai karakter masing-masing.

Agar konsumen tidak bosan, dia melengkapi boneka dengan berbagai macam baju dan aksesoris tambahan yang dijual terpisah. Selain itu, Vina juga melayani pesanan boneka tematik seperti boneka untuk suvenir pernikahan, lambang perusahaan, suvenir ulang tahun dan lainnya.

Vina menjual boneka tersebut dengan harga terjangkau. Boneka berukuran kecil dibanderol seharga Rp 115.000 per unit dan boneka besar sekitar Rp 250.000 per unit.

Vina memproduksi seluruh bonekanya di rumah yang beralamat di Jalan Bogor Baru Blok D5/7, Bogor, Jawa Barat. Dalam sehari Vina bisa memproduksi 50-60 boneka sehingga sebulan diperkirakan 1000 boneka.

"Saat ini kami sudah mempunyai 15 orang karyawan. Kami juga menjalin kerjasama dengan para penjahit langganannya," jelas dia.

Sedangkan untuk mengisi dakron atawa serat tekstil poliester ke dalam tubuh boneka, dia melibatkan anak-anak dari panti asuhan yang ada di wilayah Bogor. Omzet boneka ini kini bisa mencapai Rp 60 juta sampai Rp 70 juta per bulannya.

"Kami biasanya mempromosikan produk sistem keagenan, saat ini sudah 15 agen di daerah Bogor," tutupnya. (as/merdeka.com)

Previous
Next Post »