Rabu, 08 April 2015

Makna Lagu 1000 Tahun Lamanya Bagi Tulus

Penyanyi Muhammad Tulus Rusydi memeriahkan acara HAI DAY 2014 di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (9/11). Dalam kesempatan ini, Tulus menyanyikan lagu “1000 Tahun lamanya” yang dipopulerkan oleh band Jikustik.

Hal ini berbeda dari kebiasannya ketika manggung karena Tulus biasanya hanya membawakan lagu-lagu yang terdapat di dalam kedua albumnya. Sebelum menyanyikannya, Tulus menyebut "1000 Tahun lamanya" sebagai lagu yang spesial. Alasannya, lewat lagu itu, dia bisa berkolaborasi dengan Pongki Tri Barata dalam album “Pongki Meet The Stars”.

“Lagu spesial karena bisa kolaborasi dengan penyanyi favorit saya. Lagu ini pernah dipopulerkan Jikustik mungkin sekitar lima atau enam tahun lalu. Saya dapat kesempatan menyanyikan lagu itu, rasanya menyenangkan sekali,” kata Tulus.

Selain menyanyikan lagu “1000 Tahun Lamanya”, Tulus juga menyanyikan lagu-lagu hitsnya yang sudah akrab di telinga masyarakat. Misalnya saja, lagu “Teman Hidup”, “Sepatu”, “Gajah”, dan “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”.

Pada saat manggung, Tulus kerap menyampaikan cerita di balik lagu yang akan dibawakannya. Ketika akan menyanyikan “Gajah” misalnya, Tulus menuturkan lagu tersebut menceritakan dirinya yang pada saat kecil sering dipanggil gajah.

“Ini lagu tentang masa kecil saya. Pada saat kecil sering dipanggil gajah. Sekarang juga masih sih dipanggil gajah di Twitter,” ujarnya.

Dalam penampilannya di HAI DAY 2014, Tulus pun sempat selfie dari atas panggung ke arah para penonton. Sebelum selfie, pria kelahiran Bukittinggi itu meminta agar para penonton mengangkat kedua tangan ke atas. “Angkat tangan yang tinggi ya,” pinta Tulus yang disambutantusias oleh para penonton. (gil/jpnn)

Previous
Next Post »