Kamis, 23 April 2015

Penderita Insomnia Lebih Berisiko Diabetes

Para penderita insomnia atau kesulitan tidur di malam hari, baiknya lebih berhati-hati. Sebab, para penderita insomnia lebih berisiko menderita berbagai masalah kesehatan dibandingkan orang yang memiliki waktu tidur lebih cepat. Risiko ini tidak akan hilang meskipun mereka memiliki kuantitas tidur yang sama.

Pendapat tersebut merupakan kesimpulan atas riset terbaru yang dilakukan di Korea Selatan. Riset tersebut melibatkan lebih dari 1.600 orang responden yang berusia 47 hingga 59 tahun. Para responden diberikan pertanyaan terkait kebiasaan tidur mereka dan menjalani serangkaian tes untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka.

"Tidak peduli bagaimana gaya hidupnya, orang-orang yang sulit tidur memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan seperti diabetes atau penurunan massa otak ketimbang orang yang memiliki kebiasaan tidur normal. Ini kemungkinan disebabkan karena tendensi orang penderita insomnia memiliki kualitas tidur yang buruk dan memiliki kebiasaan yang tak sehat, seperti merokok dan makan di tengah malam," tutur Dr Nan Hee Kim dari Korea University College of Medicine di Ansan, Korea Selatan.

Para peneliti menemukan bahwa meski berusia lebih muda, para penderita insomnia memiliki tingkat lemak tubuh dan lemak dalam darah yang lebih tinggi ketimbang orang yang memiliki jam tidur normal. Para penderita insomnia juga lebih berisiko menderita sarcopenia, yakni sebuah kondisi dimana tubuh kehilangan massa ototnya secara perlahan.

Di samping itu, para peneliti juga menemukan, bahwa dibandingkan para wanita yang tidak menderita insomnia, wanita yang kesulitan tidur cenderung memiliki tumpukan lemak lebih banyak di perut yang meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung, dan stroke. Sementara itu, pria penderita insomnia lebih berisiko terserang diabetes dan sarcopenia.

Studi ini menemukan asosiasi antara penderita insomnia dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan. "Di masa kini semakin banyak kaum muda yang menderita insomnia. Oleh karena itu, risiko-risiko yang diasosiasikan dengan kebiasaan tidur adalah masalah kesehatan yang harus diperhatikan dengan baik," ujar Kim.

Nah, bagi Anda yang selama ini menderita gangguan tidur atauinsomnia yang diperparah dengan gaya hidup tak sehat, sebaiknya mulailah coba menghentikan kebiasaan ini. Tidak hanya mengganggu aktivitas di keesokan harinya, insomnia ternyata juga mampu mengganggu kesehatan Anda.

Previous
Next Post »