Sabtu, 30 Mei 2015

Mblo!! Mungkin Dia Jodohmu " Seorang Janda Cantik di Malang Jual Rumah Plus Bonus Istri "

Mblo!! Mungkin Dia Jodohmu " Seorang Janda Cantik di Malang Jual Rumah Plus Bonus Istri " - Iklan jual rumah secara kontroversi dilakukan Wina Lia (40), janda asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ternyata menyebar bagaikan virus di masyarakat.

Seperti orang latah, seorang janda di Kota Malang, Indira Astarisa (40), ikut-ikutan membuat iklan jual rumah bonus istri.

Indira berencana menjual rumahnya di kawasan perumahan elite Permata Jingga Blok Pinus No 30, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Sebagai bonus, Indira siap diperistri oleh calon pembeli rumahnya jika merasa cocok.

Bedanya, Wina memposting iklan jual rumah di media sosial.

Sedangkan Indira menawarkan rumah miliknya dengan cara memasang iklan baris di surat kabar Harian Pagi Surya (Tribunnews.com Network).

Iklan baris yang dimuat di Harian Pagi Surya edisi Kamis (28/5/2015), itu berbunyi Dijual Cepat Rumah, Permata Jingga, Rp 1,7 Miliar+Perabotan+Bonus Istri kalau Cocok. Hubungi 081233080798.

Iklan yang dibuat wanita kelahiran Jombang 23 Maret 1975 itu juga menarik perhatian media massa.

Jumat (29/5/2015), para awak media memburu Indira agar mendapatkan wawancara soal motivasi janda satu anak itu menjual rumah plus bonus istri.

Saat jumpa pers di Rumah Makan Sampan, Jl Sulfat, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Indira membenarkan iklan yang ia pasang di surat kabar itu.

Ia memang ingin menjual rumahnya dan bila cocok ia siap diperistri oleh calon pembeli rumah.

"Iya, itu memang benar (iklan jual rumah bonus istri). Saya lagi butuh uang untuk biaya hidup, biaya kuliah anak, serta mengembangkan bisnis butik, salon, dan roti," kata wanita berambut lurus sebahu itu.

Ia menceritakan awal mula munculnya iklan jual rumah kontroversi itu.

Sekitar tiga hari lalu, ia curhat soal ekonomi dan ingin mencari suami kepada temannya, Lia Safira.

Dari obrolan itu, tiba-tiba temannya muncul ide memasang iklan jual rumah di media sekaligus bonus istri.

"Yang memasangkan iklan di media teman saya (Lia). Nomor telepon yang dipasang di iklan juga milik teman saya," ujar ibu dari Arya Tereoga Gimbaralam (19) itu.

Indira membeli rumah itu pada 2005. Ketika itu, ia membeli rumah tersebut seharga Rp 450 juta. Ia membeli rumah dengan cara mengangsur selama dua tahun.

Ia mengangsur rumah itu menggunakan uang hasil usaha butik dan konsultan kecantikan. Ia baru menempati rumah itu pada 2007.

Luas tanah di rumah Indira sekitar 135 meter persegi.

Sedangkan luas bangunannya 66 meter persegi. Rumah itu memiliki tiga kamar dan dua kamar mandi.

Satu kamar utama memiliki kamar mandi dalam.

Di rumah itu juga terdapat dua taman di bagian depan dan belakang.

Ia berencana menjual rumah beserta isinya.

Barang-barang yang ada di rumah, yakni, kursi ruang tamu, tiga lemari, dan tempat tidur. Selain itu, juga ada beberapa perabotan dapur.

"Rumah itu saya tempati bersama anak saya," kata wanita yang menjanda selama 15 tahun itu.

Menurutnya, setelah iklan baris di koran keluar, sudah ada 200 orang yang menghubungi temannya untuk menanyakan rumah itu.

Sudah ada calon pembeli yang menawar paling rendah Rp 1,5 miliar dan paling tinggi Rp 1,6 miliar.

Penawar datang dari Jakarta, Bandung, Lampung, bahkan Singapura.

Sedangkan kriteria suami yang ia idamkan yakni duda maupun perjaka tua yang bertanggungjawab.

Ia juga tidak mau jika harus dipoligami. Ia ingin menikmati hari tua bersama calon suami yang tepat.

Menurutnya, ada satu calon pembeli dari Lampung yang serius dan menawar rumah dengan harga Rp 1,6 miliar.

"Kalau belum ada calon suami yang cocok tidak masalah. Yang penting rumahnya dijual dulu untuk mengembangkan usaha," katanya.

Namun demikian, Indira menolak jika dikatakan iklan jual rumah yang ia lakukan meniru cara Wina.

Ia mengaku tidak pernah tahu soal berita janda dari Yogyakarta yang juga membuat iklan jual rumah bonus istri.

"Saya tidak tahu berita itu (iklan Wina), saya tidak pernah lihat televisi. Saya juga tidak menyangka kalau akhirnya menjadi heboh seperti ini," katanya.

Previous
Next Post »