Rabu, 27 Mei 2015

Apakah Anda mau berbisnis dengan suami atau istri sendiri?


Ini tampaknya menjadi jawaban atas kekurangan tenaga kerja.

Ketika Cynthia Bowman, ketika itu 27 tahun, mendirikan usaha eceran perlengkapan rumah tangga di California, dalam waktu singkat ia menyadari ia memerlukan uluran tangan, jadi ia menyeret suaminya.

“Usaha eceran adalah pekerjaan yang menuntut kerja tujuh hari per minggu dengan jam kerja panjang,” kata Brown, sekarang berusia 43.

“Tidak mudah, dan saya sering mengatakan kepadanya bahwa seandainya kami tidak terikat pernikahan, maka saya sudah memecatnya.”

Namun begitu, mereka berhasil menjalankan bisnis bersama selama 13 tahun sebelum menjualnya tahun 2013.

Mereka pensiun dan pindah ke Spanyol. Sejak saat itu Bowman bekerja sebagai penulis lepas dan blogger di joyjournist.com.

Satu rahasia kesuksesan mereka: sehari seminggu salah satu dari mereka berada di kantor tanpa pasangannya.

Dengan demikian Bowman dan suaminya masing-masing mempunyai ruang sendiri di kantor sementara salah satu di antara mereka libur atau bekerja dari jarak jauh.

Dan, Bowman mengatakan, jangan mudah bertengkar. “Mempersoalkan segala sesuatu, bahkan untuk hal kecil pun, merusak hubungan,” katanya.

Ia tidak akan mengubah cara yang selama ini dilakukan, tetapi ia juga tidak akan bekerja bersama suaminya lagi. “Kepribadian dan etika kerja kami terlalu berbeda,” ujar Bowman.

Tidak banyak data tentang berapa banyak pasangan suami istri memasang papan nama bersama-sama, tetapi banyak pasangan berhasil menjalin bisnis bersama.

Boll & Branch, perusahaan perlengkapan ruang tidur organik di Amerika Serikat, didirikan bersama oleh pasangan suami istri Missy dan Scott Tannen pada 2014 dan membukukan pemasukan hampir US$1,75 juta pada tahun pertama.

Di Inggris, Helen dan Simon Pattinson meninggalkan profesi mereka sebagai pengacara dan mendirikan Montezuma’s, toko cokelat mewah yang sekarang mempunyai enam cabang.

Di Melbourne, Australia, tim suami dan istri Ted Tolfree dan Shey Newitt mendirikan Crisp, toko salad yang sekarang memiliki tiga cabang.

Dua pejabat eksekutif tertinggi perusahaan makanan dan minuman organik yang berkantor di California Clif Bar & Company adalah pasangan suami istri.

Demikian pula pemilik perusahaan minuman air merek Fiji Water di Los Angeles.

Tetapi terjun ke bisnis bersama pasangan juga merupakan taruhan.

Hanya setengah dari seluruh usaha kecil dapat bertahan setelah lima tahun, menurut Administrasi Usaha Kecil Amerika Serikat. Dan terpuruk bersama pasangan romantik dapat lebih tak terduga dan berbahaya. Inilah kunci suksesnya.

Apa yang diperlukan: Kita memerlukan ketrampilan bisnis yang saling melengkapi, kemampuan memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, dan kapasitas untuk menghabiskan waktu lama bersama pasangan.

"Hubungan Anda harus setara," kata Hilary Hendershott, perancang keuangan di California. “Diperlukan rasa hormat yang tinggi dan kepercayaan untuk mengelola bisnis bersama orang lain, apalagi bersama pasangan."

Kita mungkin juga akan mencapai keberhasilan lebih besar bila kita telah lama berpasangan.

“Pasangan yang telah menikah lama kadang-kadang berhasil mengatasi ini lebih baik, sebab mereka terbiasa mengalami masa-sama sulit dan senang, mengarungi tahun-tahun baik dan buruk bersama-sama,” kata Shannon Lee Simmons, seorang perencana keuangan di Simmons Financial Planning, Toronto.

“Pasangan baru mungkin masih berada dalam fase bulan madu ketika segala sesuatunya indah, tetapi kita tidak tahu bagaimana pasangan kita menangani kesulitan dan tekanan keuangan.”

Berapa lama persiapan yang diperlukan: Sisihkan waktu untuk menyusun rencana bisnis yang mantap, susunlah kontrak yang diperlukan, atau kontrak kemitraan, dan pikirkan masak-masak segi logistiknya.

“Bila kita tidak bisa menyusun rencana bisnis bersama-sama dan tidak sepakat tentang apa yang dilakukan, maka itu mungkin merupakan sinyal jelas bahwa langkah tersebut tidak akan membuahkan hasil,” kata Simmons.

Lakukan sekarang: Rencanakan. “Bila kita mendengarkan para penasehat keuangan, penasehat hukum dan penasehat psikologi, mereka biasanya menyarankan agar kita duduk dan menyusun garis besar tentang bagaimana rencana kita bisa berhasil, berapa biaya yang harus dikeluarkan,” kata Kathy Marshack, PhD, psikolog di Oregon, Amerika Serikat dan penulis Entrepreneurial Couples.

Bila kita adalah pasangan muda yang belum memiliki anak, apakah kita berencana mempunyai anak? Dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi bisnis bersama?

Siapkan strategi keluar. Rencana keluar penting secara profesional. “Ini adalah satu hal yang tidak dibicarakan pasangan di waktu awal karena kita bersemangat,” jelas Simmons.

“Tetapi kalau hubungan kandas atau berakhir dengan perceraian, siapa yang mempunyai usaha itu? Apakah tetap akan menjalankannya bersama-sama? Apa yang terjadi?

"Demikian juga, bagaimana kalau usaha tidak berhasil? Ini harus dijabarkan dalam tulisan sehingga tidak timbul masalah tentang bagaimana seharusnya apabila mengalami kegagalan, baik itu bisnis atau pun hubungan.

Anggap resmi. Perlakukanlah pengaturan bisnis ini secara serius. “Bila kita duduk dan mengatakan, ‘Hi, mari kita tuangkan ini ke dalam kontrak bisnis, "maka hal itu mengajak otak berpikir tentang apa yang dapat terjadi yang seharusnya direncanakan,” kata Marshack. “Ini mencegah kesulitan di masa datang.”

Ketahui ketrampilan bisnis Anda. Pasangan kadang-kadang langsung terjun ke binis karena mereka menyukai gagasan berbisnis, saling mencintai dan mereka bersemangat untuk membuatnya berhasil-tetapi mereka belum memikirkan masak-masak.

"Mereka berpikir, 'Bukankah akan menyenangkan untuk bekerja bersama-sama?'" kata Marshack. “Saya tahu ada pemilik-pemilik usaha kecil yang tidak bisa memahami laporan keuntungan dan kerugian, dan itu tidak baik. Kita memerlukan ketrampilan bisnis.”

Bagi tanggung jawab: "Tetapkan peran dengan jelas yang tidak tumpang tindih, berdasarkan kelebihan dan kekurangan," kata Bowman.

Sebagai contoh, salah satu pasangan memegang keuangan perusahaan sementara yang satu lagi merancang produk. Kita akan lebih berhasil dan lebih bahagia apabila kita tidak bersaing mengerjakan tugas-tugas yang sama.

Tinggalkan pekerjaan di kantor. Pisahkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Di rumah, pastikan kita memperlakukan satu sama lain sebagai pasangan romantis bukan kolega kerja.

“Saya bisa sangat bersemangat,” ujar Hendershott, yang bekerja bersama suaminya. “Kami saling memeluk, dan sekarang kami pasangan suami istri lagi. Dengan sadar saya ubah peran itu.”

Lakukan nanti: Sewa jasa penghitung pajak. Terdapat bermacam-macam cara untuk menentukan bentuk bisnis - kemitraan, korporasi, usaha gabungan, atau bahkan pemilik tunggal dan karyawan, untuk menyebut sebagian.

Pastikan semua implikasi pajak diketahui dan bicarakanlah dengan ahli pajak tentang struktur usaha yang paling menguntungkan bagi kita.

Pastikan keduanya memegang uang. Mungkin kita mempercayai pasangan sepenuhnya - tetapi kita perlu memastikan keduanya sama-sama mengetahui situasi keuangan.

"Saya mempunyai seorang klien yang mengetahui bahwa dirinya diaudit karena tidak membayar pajak dari empat tahun lalu terkait bisnis yang pernah ia kelola bersama mantan pasangannya," kata Simmons. Kedua pihak harus tahu ke mana uang dibelanjakan dan apakah utang dan pajak sudah dibayar.

Lakukan dengan pintar: Jangan abaikan kehidupan kita yang lain. "Pasangan terjun ke bisnis dan lupa bahwa mereka juga seharusnya menyediakan waktu untuk mereka sendiri sebagai pasangan, sebagai keluarga dan sebagai individu," kata Marshack.

"Ada hal-hal yang mereka tunda sampai usahanya berjalan dan lima tahun kemudian ada banyak hal dalam kehidupan pribadi mereka yang tidak berjalan.”

Bersikaplah kukuh untuk menentukan jeda dari urusan bisnis dan kemudian menyediakan waktu dengan orang-orang yang dicintai — dalam kapasitas nonbisnis — untuk menjaga hubungan.

Anda bisa membaca artikel asli dalam bahasa Inggris: Would you go into business with your husband? di BBC Capital.

Untuk memberikan komentar tentang berita ini atau berita-berita lain di BBC Capital, silakan ke laman Facebook kami atau lewat Twitter.
Sumber : BBC Indonesia

Previous
Next Post »