Kamis, 21 Mei 2015

Bontang Makin Bersinar : Kaltim Makin Berkilau dengan Proyek Kilang 300.000 Barel di Bontang

Pembangunan kilang minyak dengan kapasitas 300.000 barel/ hari di Bontang sangat membanggakan dan akan mempunyai dampak luas dan positif bagi pertumbuhan ekonomi untuk Provinsi Kalimantan Timur. Demikian pernyataan Wahdiyat, pengamat migas nasional saat memberikan keterangan kepada Tribun Kaltim, Kamis (21/5).

Pembangunan kilang ini akan akan menambah berkah tersendiri bagi Bontang dan Kalimantan Timur, "Kilang ini akan menambah kilau dan benderang Kota Bontang. Sungguh berkah karunia Illahi yang luar biasa bagi Bontang lebih beruntung dibanding daerah lain di Kaltim," ucapnya.

Ia juga memperkirakan dengan penambahan penambahan industri seperti kilang minyak akan berdampak signifikan terhadap pembangunan Kota Bontang dan Kalimantan Timur. "Bayangkan saja di Bontang sudah ada dua industri raksasa yaitu Petrokimia (Pupuk Kaltim) dan LNG Badak. Betapa luar biasa apabila ditambah satu lagu kilang minyak. Pasti pendapatan kota Bontang akan naik dua atau tiga kali lipat," ujarnya.

Kabarnya teknologi yang yang digunakan untuk kilang minyak itu ramah lingkungan yakni zero waste. Menurutnya jika Pertamina yang mengoperasikan kilang ini diharapkan akan meningkatkan level Pertamina menuju target 50 perusahaan terbesar di dunia menurut majalah Fortune.

Bahkan dalam mempersiapkan pembangunan kilang ini, konon Pertamina sudah mendapatkan investor pendana dari luar yang kredibel. Tax holiday yang selama ini terjadi tawar menawar alot akhirnya selesai. Pembebasan lahan pun telah berjalan tanpa kendala berarti.

"Ini menandakan Pertamina siap sebagai operator dan end user yang mumpuni. Lebih hebatnya lagi rencana pembangunan kilang ini sudah didukung Gubernur Kaltim dan Walikota Bontang," katanya.

Wahdiyat beranggapan bahwa proyek ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi Kepala Dinas (Kadin), Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mewadahi pengusaha lokal untuk siap ikut beauty contest.

"Bisa dibayangkan 8000 tenaga kerja akan memecah kesunyian Bontang yg selama ini adanya dua industri strategis yang sedang declining produksi akan semakin riuh gempita. Perekonomian semakin naik positif dampak dari kedatangan pemburu proyek berdatangan ke Bontang," ujarnya.

Diperkirakan, Pemerintah tidak akan membangun satu kilang dan diperkirakan akan dibangun lebih dari satu kilang di Indonesia pada pemerintahan Jokowi-JK. "Kaltim layak berterima kasih ke Pertamina dan Presiden Jokowi yg berjasa menunjuk Bontang sebagai tempat dibangunnya salah satu dari empat kilang yang akan dibangun di Indonesia," kata Wahdiyat.

Dia pun menambahkan jika pembangunan ini terealisasi maka akan mengurangi pasokann import minyak dari luar negeri. "Ini sebuah komitmen besar dari Jokowi untuk kemandirian energi nasional yang selama ini bangsa sangat tergantung import BBM dari Singapura,". Wahdiyat juga menambahkan jika Pertamina melakukan ground breaking pembangunan Kilang maka menciptakan kemajuan ekonomi di sektor migas. "Semoga terealisasi dan jangan hanya akan jadi angin surga saja," pungkasnya. (jino wahyudi kartono/Tribun Kaltim)

Previous
Next Post »