Rabu, 06 Mei 2015

Ini 5 Masalah Gigi dan Mulut yang Kerap Dialami Ibu Hamil

Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan dapat memengaruhi kesehatan pada ibu hamil.

"Salah satunya adalah masalah kesehatan mulut dan gigi, di mana pembuluh darah melebar sehingga gusi sangat rentan. Hanya dengan sentuhan pun, gusi jadi mudah berdarah,” ujar dr. Nurwansyah, Sp.OG, dokter spesialis Kebidanan & Kandungan di Brawijaya Women & Children Hospital, saat talkshow Amazing Pregnancy, Oral Health During Pregnancy & The Problem Early Childhood , beberapa waktu lalu.

Ibu yang gusinya terinfeksi atau giginya berlubang, dapat menularkan infeksi pada janin melalui sirkulasi peredaran darah. Hal ini, menurut Nurwansyah, berisiko pada kelahiran prematur dan terserang pre-eklamsia alias keracunan kehamilan.

Ada beberapa masalah gigi dan mulut yang kerap dialami ibu hamil:

Gingivitis
Disebut juga dengan radang gusi, kondisi ini terjadi karena ada perubahan peradangan gusi akibat meningkatnya respons peradangan terhadap plak gigi. “Puncaknya biasa terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Kondisinya akan lebih parah pada mereka yang mengalami peradangan gusi sejak sebelum hamil,” ujar drg. Fatimah Tadjoedin, Sp.Perio., staf pengajar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

Kondisi ini mengakibatkan gusi tidak sehat, gusi kemerahan, ada pembesaran gusi, dan perdarahan spontan meski tidak sedang menyikat gigi. "Perdarahan spontan bisa terjadi misalnya saat tidur, ada yang terasa asin di rongga mulut karena darah.”

Lesi Gingiva Jinak
Seperti polip, sebenarnya angka kasus ini pada ibu hamil sangat sedikit, yaitu sekitar 5% saja. “Terjadi pada gusi gigi bagian depan dan tidak membutuhkan pemotongan. Kecuali jika sangat mengganggu hingga terjadi perdarahan dan sulit mengunyah. Kalau demikian, mau tidak mau dilakukan pembedahan minor pada gusi.”

Gigi Goyang
Artinya, tulang yang mendukung ikut longgar pada saat kehamilan. “Jika terjadi gigi goyang, tidak perlu khawatir karena setelah kehamilan biasanya akan hilang dan kembali lagi pada kondisi semula.”

Erosi Gigi
Keluhan ini biasanya terjadi ketika ibu mengalami morning sickness dan mual yang sangat berat karena asam lambungnya.

Karies Gigi
Gigi berlubang terjadi bila ibu hamil ngidam makanan manis dalam intensitas tinggi. “Bila di malam hari makan camilan tanpa menggosok gigi lagi, keasaman di dalam mulut bisa meningkat. Apalagi, ketika hamil ibu cenderung kurang memerhatikan kesehatan gigi karena lebih fokus pada kesehatan bayi. Ini bisa membuat gigi berlubang.”

Tunda Hubungan Intim
Jika tidak dirawat, masalah kesehatan gigi tersebut akan menyebabkan periodontitis alias peradangan gusi dan jaringan pendukung gigi. “Jadi, tidak hanya gusinya saja yang meradang tapi jaringan pendukungnya juga. Sehingga kesehatan gusi menurun. Tulang jadi goyang dan bisa terjadi penyebaran infeksi melalui darah.”

Pada trimester pertama, dianjurkan tidak berhubungan badan dahulu karena bisa memicu kontraksi. Lebih lanjut, berdasarkan sebuah penelitian yang diadakan pada tahun 2004, ada penelitian tentang periodontitis bisa menyebabkan kelahiran prematur.

“Ada juga penelitian tentang berat bayi dan kondisi kesehatan gigi pada ibu hamil. Pada mayoritas ibu hamil yang mengalami periodontitis, berat badan bayinya kurang dari 2,5 kg.” (Noverita K. Waldan/Nova)

Previous
Next Post »