Rabu, 27 Mei 2015

Leher Diberi Tali, Ibu Tega Perlakukan Anaknya Seperti Hewan

Entah apa yang ada dalam pikiran ibu asal Filipina ini hingga tega memperlakukan putranya seperti hewan.

Bahkan dia menjepret dan memposting foto ke akunnya di Facebook. Sontak membuat heboh netizen.

Dalam foto, tampak seorang balita laki-laki tanpa pakaian merangkak dan meringkuk untuk makan dari sebuah mangkok dengan mulutnya.

Makanan itu seperti makanan anjing. Yang menyedihkan, di lehernya melingkar tali seperti kalung anjing.


Gambar-gambar menyentuh hati sontak menimbulkan reaksi kemarahan dari para netizen.

Termasuk Lurleen Hilliard (46), pendiri Nolonger Victims, organisasi global yang mengedukasi orang-orang mengenai segala bentuk kekerasan, serta menmbantu menyelamatkan dan melindungi korban.


Seperti dilansir Daily Mail, Lurleen membuka Facebook, Senin, dan mendapati foto itu. Pertama melihat, darahnya langsung mendidih. Menurutnya ini tidak dapat dibiarkan.

"Apa yang membuat saya lebih prihatin adalah jika gambar seperti ini saja dia dengan senang hati mengunggahnya ke Facebook, bagaimana pula perlakuannya dibalik itu yang tidak terlihat oleh siapapun? Ini apa yang ingin dia tunjukkan ke kita, lalu bagaimana dengan yang tidak diperlihatkan?

Lurleen lalu menghubungi lembaga penerapan hukum di Amerika Serikat, yang kemudian menghubungi rekan mereka di Filipina. Polisi menemukan wanita itu dalam waktu 24 jam menggunakan data lokasi foto di Facebook.

Sedangkan putranya masuk fasilitas perawatan anak Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD). Pakar kejiwaan tengah memeriksa kondisi sang ibu.

Menurut Lurleen, ia akan terus memperjuangkan agar si ibu dituntut karena perbuatannya sungguh tidak bisa diterima.

Ia mengatakan, masyarakat harus menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap anak, dengan melacak dan mengambil tindakan untuk pelaku.

Seperti dilansir The Daily Mirror, Kepala DWSD Provinsi Bataan Filipina, Marilyn Tigas mengatakan foto dijepret saat anak itu dan sepupu-sepupunya bermain menirukan perilaku hewan.

Lalu sang ibu mengunggah foto-foto tersebut hanya untuk bercanda, tetapi petugas tak percaya.

"Jika itu hanya untuk lelucon, itu adalah lelucon yang sangat buruk. Anak tak paham kalau itu bercanda," kata Menteri Kesejahteraan Sosial Corazon Soliman.

Ia menambahkan, tak seorang pun berhak memperlakukan seorang anak seperti mainan.

"Siapa saja melakukan hal seperti itu terancam hukuman sesuai undang-undang," kata Soliman.

Wanita itu sudah menghapus akun Facebook-nya. Namun, foto-foto anaknya telanjur menyebar dan mengundang kebencian banyak kalangan.

Previous
Next Post »