Senin, 08 Juni 2015

Dahlan Iskan Buat Situs "Gardudahlan.com" Sebagai Personal Statement

Tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan 21 gardu induk listrik di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Dahlan Iskan, menegaskan tidak akan memanfaatkan perusahaan media miliknya sebagai corong untuk menghadapi kasus tersebut.

Mantan Direktur Utama PLN itu mengatakan, dirinya akan menghadapi kasus tersebut dengan cara lain. Ia pun memanfaatkan situs www.gardudahlan.com yang baru saja diluncurkan.

"Saya akan menjadi beban bagi perusahaan media saya jika saya tidak berubah. Maka untuk corong pribadi itu, saya meluncurkan www.gardudahlan.com. Saya akan selalu menyalurkan keterangan saya melalui www.gardudahlan.com itu," ujarnya, Senin (8/6/2015).

Dengan adanya www.gardudahlan.com, Dahlan tidak akan memberikan kesempatan wawancara kepada pewarta terkait kasus yang menimpanya.

"Termasuk, tidak akan memberikan wawancara kepada wartawan dari perusahaan saya. Saya tidak ingin banyak pihak salah paham karena keterangan saya yang kurang pas. Tapi, saya tidak akan melarang media untuk mengutip keterangan saya di gardudahlan itu. Saya tidak punya juru bicara. Kelihatannya gardudahlan.com yang akan jadi juru bicara saya," ucapnya.

Ia menambahkan, www.gardudahlan.com tidak akan digunakan untuk menyerang, memaki, memfitnah, dan memojokkan siapa pun. "Saya hanya akan menggunakannya untuk menjelaskan duduk persoalan. Tentu subjektif, hanya dari sudut saya," ujarnya.

Mungkin, sambung Dahlan, update yang diberikan ke www.gardudahlan.com tidak akan dihadirkan setiap hari. "Tapi, saya usahakan agak sering. Dengan cara memotong-motong penjelasan. Rumitnya persoalan, biasanya hanya bisa dijelaskan melalui cerita yang panjang. Tapi, saya usahakan pendek-pendek. Hanya mungkin perlu beberapa edisi," bebernya.

"Saya sebenarnya lebih senang kalau gardudahlan.com itu bersifat interaktif. Tapi dari pengalaman saya di Twitter, banyak sekali serangan yang tidak mungkin bisa saya klarifikasi. Mengapa? Karena serangan itu dilakukan oleh mesin," tutur Dahlan.

Di dunia Twitter, Dahlan mengatakan bisa menyerang seseorang dengan cara meminta mesin untuk melakukannya. "Tinggal order: serangan itu mau dilakukan berapa kali sehari dan untuk berapa hari atau berapa bulan. Topiknya sama, kalimatnya sama, dan isinya juga sama. Jangan berharap saya gegap-gempita di gardudahlan.com ini. Biasa saja," kata dia.

Mantan Menteri BUMN itu juga mengatakan, dirinya belum menujuk pengacara untuk menghadapi kasus dugaan korupsi gardu induk PLN. Jadi, kasus ini masih ia hadapi sendiri.

Previous
Next Post »