Senin, 29 Juni 2015

Kurma Menu Buka Puasa? Begini Sel Otak, Saraf dan Tulang Belakang Anda


Kurma Menu Buka Puasa? Begini Sel Otak, Saraf dan Tulang Belakang Anda - Hasil penelitian, ada tiga alasan sehingga buah kurma menjadi menu unggulan saat berbuka puasa. Ini sesuai kebutuhan tubuh yang perlu segera 'diisi' kembali setelah 14 tanpa pasokan makanan. Apalagi sel otak yang butuh pasokan energi tinggi.

Seperti diberitakan menshealth dan dokter.id, berikut alasan dimaksud:

1. Kandungan gula

Kurma mengandung sejumlah besar gula, berkisar antara 75–87 persen. Sekitar 55 persen gula dalam kurma berbentuk glukosa.

Sedangkan 45 persen lagi membentuk fruktosa. Dengan sangat cepat, glukosa dalam kurma yang disantap saat berbuka akan berubah menjadi fruktosa, lalu langsung diserap melalui sistem pencernaan untuk menyirami dahaga tubuh akan energi.

Khususnya jaringan-jaringan yang memerlukan pasokan tinggi energi, seperti: sel-sel otak, sel-sel saraf, sel-sel darah merah dan sel-sel tulang belakang.


2. Serat terbaik untuk usus

Serat pangan larut air dalam bentuk pektin yang dikandung kurma jauh lebih besar dibanding pada buah-buah lain.

Selain itu, kandungan serat dalam kurma dapat bertindak sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik pada saluran usus besar manusia sehingga dapat membantu pencernaan.

3. Memenuhi kebutuhan energi

Makan kurma sebanyak 100 gram dapat memenuhi kecukupan energi harian sebesar 12-15 persen.

Jadi untuk membantu mengembalikan energi Anda, maka siapkan kurma untuk berbuka puasa nanti. (dokter.id/menshealth)
--Tribun Timur--

Previous
Next Post »