Jumat, 19 Juni 2015

Lihat, Beginilah Bahaya Mengerikan Jika Tidur Usai Sahur

Tidur sehabis makan merupakan hal yang menurut ilmu kedokteran tidak boleh dilakukan.

Terkadang kita dapat merasa sangat mengantuk sehabis sahur dan ingin langsung tidur, namun hal ini disebutkan justru dapat menimbulkan beberapa penyakit.

Mengapa begitu?

Setelah kita mengkonsumsi makanan, sistem pencernaan kita membutuhkan beberapa waktu untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi yang ada di dalam makanan dengan baik.

Berkaitan dengan ini, ada beberapa jenis makanan yang bisa dicerna dengan mudah contohnya adalah nasi atau kentang, namun ada beberapa jenis makanan yang lama untuk dicerna seperti daging dan makanan gorengan.

Kondisi semakin diperparah ketika makanan belum tercerna dengan baik di perut, namun kemudian kita tidur.

Pasalnya, sistem pencernaan kita juga melambat saat tidur.

Dan dari kondisi tersebut, muncul beberapa penyakit yang berisiko timbul apabila kita langsung tidur habis makan, yakni:

Nyeri Ulu Hati

Tidur terlentang setelah makan merupakan hal yang sering dilakukan oleh kita karena tak dapat dipungkiri, rasanya sangat nyaman.

Namun ternyata hal ini justru membuat sistem pencernaan kita sulit untuk bekerja.

Terkadang dapat muncul nyeri panas di daerah ulu hati.

Hal ini terjadi karena adanya peningkatan asam lambung. Rasa panas ini bisa menyebar ke dada dan tenggorokan sehingga dapat menggangu tidur dan dapat memicu timbulnya penyakit GERD dan maag.

Refluks

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) merupakan penyakit yang timbul akibat kelemahan dari katup antara lambung dan kerongkongan.

Hal ini menyebabkan asam lambung naik ke dalam kerongkongan dan menimbulkan gejala berupa rasa terbakar di dada.

Apabila Anda sudah memiliki GERD maka langsung tidur sehabis makan dapat memicu timbulnya hal ini.

Jadi, tidur sehabis sahur atau bahkan berbuka puasa bisa menimbulkan beberapa macam penyakit dari refluks, konstipasi hingga kembung.

Oleh karena itu ada baiknya Anda tidak langsung tidur sehabis sahur, berikanlah jarak 1-2 jam untuk tidur lagi.



Waktu tersebut bisa Anda gunakan untuk ibadah ataupun olahraga sebentar seperti berjalan.

Penting juga saat sahur sebaiknya mengkonsumsi makanan yang rendah akan kandungan lemak dan hindari makan dengan porsi yang besar.

Bahaya Menurut Islam

Selain menurut medis, dalam Islam juga dijelaskan bahaya tidur pad saat pagi terutama pada bulan Ramadan. Makanya, Rasulullah melarang tidur pagi.

Berikut penjelasannya:

1. Menyelisihi Sunnah Rasul

Kebiasaan yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah bangun pagi dan langsung beraktivitas tanpa tidur lagi.

Setelah subuh, Rasulullah biasa berdzikir hingga tiba waktu syuruq.

Bagi umatnya, dianjurkan pula seperti itu, atau kalau ada keperluan mencari maisyah, waktu yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk melakukan persiapan.

2. Tidak Mendapatkan Barakah Waktu Pagi

Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah mendoakan keberkahan bagi umatnya yang bangun di waktu pagi.

Sebaliknya, doa itu mengisyaratkan bagi mereka yang tidur lagi setelah subuh, mereka akan kehilangan keberkahan yang disebutkan dalam doa Nabi.

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا



“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR Abu Daud)

Keberkahan dalam ayat ini memiliki makna yang luas.

Secara umum maknanya adalah bertambahnya kebaikan.

Bentuknya bisa macam-macam, misalnya bisnisnya berhasil sehingga bisa banyak berinfak atau karirnya meningkat sehingga mudah bersedekah.

Shakhr Al Ghamidi radhiyallahu ‘anhu, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, adalah orang yang telah membuktikan doa Rasulullah tersebut.

Sebagai pedagang, Shakr biasa pergi untuk berdagang mulai pagi-pagi dan akhirnya sukses menjadi saudagar kaya.

3. Malas, Hilang Semangat

Mengisi waktu pagi –setelah subuh- dengan ibadah atau zikir menjadikan waktu berikutnya lebih segar dan bersemangat.

Baik secara medis ataupun secara ruhiyah.

Sebaliknya, tidur pagi setelah subuh membuat seseorang tidak semangat di waktu berikutnya.

وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

“Lakukanlah ibadah (secara kontinu) di waktu pagi” (HR Al Bukhari)

Sebagian ulama menjelaskan bahwa ghadwah dalam hadits ini artinya adalah waktu antara subuh dan matahari terbit.

Ulama sekaliber Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa ketika dirinya berdzikir setelah subuh, siangnya beliau semangat. Kekuatannya bertambah.



Tetapi ketika tidak berdzikir di waktu pagi setelah subuh, siangnya seperti kehilangan semangat.

4. Lemah, Mudah Sakit

Tidur di waktu pagi juga bisa mengakibatkan kondisi fisik melemah dan mudah sakit. Terutama sakit kepala.

Menurut sebuah hasil studi, tidur pagi menyebabkan serebrospinal bergerak ke otak.

Inilah yang menimbulkan sakit kepala.

Jauh sebelum adanya studi ini, Ibnu Qayyim Al Jauziyah telah memberikan nasehatnya.

“Tidur pagi juga Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat,” tulisnya dalam Zaadul Ma’ad.

5. Lemah Syahwat

Seperti tercantum dalam Zaadul Ma’ad tersebut, tidur pagi setelah subuh juga bisa mengakibatkan lemah syahwat.

6. Terhalang dari Rezeki

Jika keberkahan bisa bermakna luas berupa hilangnya kebaikan –kalaupun tetap berlimpah- rezeki, tidur pagi juga secara khusus bisa menghalangi rezeki.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –masih dalam Zaadul Ma’ad- mengatakan: “Empat hal yang menghalangi datangnya rezeki adalah tidur di waktu pagi, sedikit salat, malas-malasan dan berkhianat.”

Wallahu a’lam bish shawab.(klikdokter.com/bersamadakwah.net)

Halaman selanjutny

Previous
Next Post »