Jumat, 19 Juni 2015

Perlu Kamu Tahu,Gaes! Efek Buruk Minum Teh saat Sahur

Menyeruput teh hangat di pagi hari merupakan salah satu kebiasaan yang tak bisa dipisahkan dari gaya hidup orang Indonesia.

Apalagi bila teh tersebut manis rasanya.

Kebiasaan ini ternyata masih terbawa saat menjalani ibadah puasa.

Saat berbuka dan sahur, minuman yang satu ini tak bisa ditinggalkan begitu saja.

Hanya saja, menurut Erikar Lebang, pakar yoga sekaligus salah satu Dewan Penasihat majalah Prevention, teh justru bisa jadi bumerang bagi umat Muslim yang menjalankan puasa.

Pasalnya, cairan seperti teh dan kopi memiliki khasiat yang berkebalikan dengan air putih.

Bukannya menambahkan cairan tubuh, justru keduanya berbalik mengurasnya.

“Teh, kopi, dan minuman beralkohol termasuk dalam kelompok minuman diuretik yang justru akan mengurangi cairan tubuh. Tak heran, banyak orang yang biasa minum teh saat sahur sudah mengeluh lemas saat pukul 7-8 pagi. Karenanya, tidak disarankan mengonsumsi minuman ini saat berpuasa,” papar instruktur yoga ini.

Pada dasarnya, hilangnya cairan tubuh yang disebabkan 1 gelas teh, haruslah digantikan dengan 3 gelas air putih dalam jumlah yang sama.

Itulah sebabnya, Erikar menyarankan agar kita untuk menjaga kesegaran tubuh selama berpuasa lewat air putih.

Memasukkan sembarang cairan ke dalam tubuh ternyata tak bisa selamanya berdampak baik bagi kita.

Untuk Berbuka

Sebaliknya teh merupakan pilihan utama saat berbuka puasa, kehangatan dan rasa manis dalam satu cangkir teh seolah menenangkan rasa lapar yang bergejolak selama satu hari penuh.

Selain teh hangat, umumnya umat muslim memilih jenis makanan manis lainnya, seperti es buah, kolak, air putih, dan es kelapa. Sebenarnya, mana yang lebih baik?

"Bagusnya sih minum teh, baik teh hangat ataupun dingin," kata Pakar Teh, Ratna Soemantri.

Lebih lanjut, ia mengatakan, teh sangat bagus untuk dinikmati saat berbuka karena bisa membantu mengembalikan energi yang melemah dan lesu, akibat berpuasa sehari penuh.

"Sebenarnya sebaiknya teh yang disarankan adalah teh tawar, karena tidak akan menambah kalori tubuh terlalu banyak. Namun, minum teh tawar ini diperbolehkan, asal paling tidak sudah ada makanan yang masuk ke dalam perut, sekalipun sedikit," katanya.

Namun, jika tak terbiasa langsung menyantap makanan besar saat berbuka, maka tak disarankan untuk mengonsumsi teh tawar.

Jika perut masih dalam keadaan kosong, sebaiknya teh yang dikonsumsi adalah teh manis.

Rasa pahit teh tawar dikhawatirkan akan membuat perut yang kosong, jadi sedikit sakit dan mual.(*)

Previous
Next Post »