Senin, 29 Juni 2015

Rugilah Jika Tak Berbuka Puasa Makan Cincau, Silakan Baca Manfaatnya

Rugilah Jika Tak Berbuka Puasa Makan Cincau, Silakan Baca Manfaatnya - Hitam kerap dilihat lebih rendah dari putih.

Demikian pula dengan makanan yang berwana hitam dikira kurang enak serta kurang menarik bila dibanding dengan makanan warna lain.

Namun janganlah remehkan kandungan gizi makanan berwarna hitam.

Makanan berwarna gelap umumnya memiliki kandungan anti-oksidan lebih tinggi yang amat ampuh untuk turunkan resiko diabetes, penyakit jantung, serta kanker.

Satu diantara makanan berwarna hitam yang makin popular ialah cincau hitam.

Beberapa lingkungan orang-orang menyebutnya cao.

Serta waktu Ramadan begini, Cao tengah banyak dikonsumsi lho untuk bikin takjil semakin fresh.


Di Indonesia, ada dua tipe cincau yakni cincau hijau serta cincau hitam.

Baik cincau hijau ataupun cincau hitam datang dari tumbuhan, tetapi macamnya tidak sama.

Cincau hijau di buat dari daun tanaman cyclea barbata (tanaman rambat daunnya tidak tebal serta berbulu) atau mungkin dari premna oblongifolia (tanaman pohon dengan daun lebar serta agak kaku).

Sedangkan cincau hitam di buat dari daun serta batang mesona palustris (janggelan) yang dikeringkan.

Si hitam kenyal ini saat ini lagi jadi primadona waktu bulan puasa tiba begini.

Terasa yang kenyal legit membuatnya di cari semacam pelepas dahaga.

Dipotong kecil serta digabung dengan beragam bahan untuk es campur.


Barangkali Anda kerap rasakan enaknya kesegaran es campur dengan kombinasi cincau hitam di dalamnya.

Kecuali terasa yang enak bila dcampur dengan parutan es serta buah, cincau hijau pula mempunyai rasa yang adem serta fresh saat dimakan.

Cincau hitam umumnya ada pada bermacam minuman es campur dan tipe minuman es lain yang warnanya hitam pekat berupa kotak-kotak memiliki ukuran kecil.

Di negara-negara maju, seperti di Jepang atau mungkin Korea, cincau hitam telah di produksi jadi ekstrak bubuk siap gunakan untuk bikin cermat cincau sendiri di rumah.

Tetapi ada juga yang dikemas kalengan yang siap ditambahkan pada minuman atau mungkin dessert fresh.

Di Indonesia sendiri dengan gampang memperoleh cincau fresh di market.

Cincau paling banyak dipakai semacam komponen utama minuman penyegar (umpamanya dalam es cincau atau mungkin es campur).


Serta nyatanya cincau mempunyai dampak penyejuk dan peluruh (diuretik).

Cincau hitam serta cincau hijau, keduanya tidak sama dalam soal warna, cita-rasa, penampakan, bahan baku, serta jalan pembuatan. Namun, ke-2 cincau itu terasa enak, kenyal, serta nyaris mirip agar-agar.

Bahan Baku Cincau Hitam

Cincau hitam dibuat berbahan baku daun janggelan. Daun janggelan sendiri umum dijual di pasar-pasar dalam bentuk telah jadi.

Tanaman janggelan barangkali masih asing di telinga orang-orang.

Tetapi, bila menyebutkan nama cincau hitam, barangkali nyaris seluruhnya lingkungan mengetahui makanan ini.

Daun janggelan adalah bahan pokok yang dipakai untuk menghasilkan cincau hitam.


Cincau hitam (mesona palustris BL) terhitung dalam famili labiate.

Awalannya tanaman cincau datang dari Asia serta menebar ke India, Birma, Indocina, Philipina hingga Indonesia.

Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di daerah yang mempunyai ketinggian 75-2300 m diatas permukaan laut.

Ciri-cirinya, berbatang kecil serta ramping, pada ujung batang tumbuh batang-batang kecil, ada yang tumbuh menjalar ke tanah serta ada juga yang tegak.

Mempunyai bentuk daun yang lonjong, berbuntut runcing.

Bentuk bunga serupa dengan kembang kemangi berwarna merah muda atau mungkin putih keunguan.

Dari daun serta batang inilah membuahkan gelatin hijau kehitaman. Oleh karenanya di kenal dengan nama cincau hitam.


Pembudidayaan tanaman ini amat gampang lantaran tak membutuhkan pemeliharaan dengan cara spesial.

Lantaran sesudah berusia tiga sampai empat bulan tanaman dapat dikerjakan pemanenan pertama dengan jalan memotong beberapa tanaman memakai sabit hingga sisi yang tertinggal bisa tumbuh kembali.

Tanaman Janggelan yang sudah dipanen setelah itu dikeringkan dengan jalan menghamparkannya diatas permukaan tanah, hingga warnanya beralih dari hijau jadi coklat tua.

Tanaman cincau yang sudah kering ini adalah bahan baku utama pembuatan cincau hitam.

Sesungguhnya, cincau tidaklah nama tumbuh-tumbuhan, tetapi arti popular untuk menyebutkan gel sama agar-agar, yang didapat dari hasil perendaman serta peremasan daun (atau mungkin organ lain) tumbuhan spesifik di air.

Kaum pakar pengetahuan tumbuhan menyebutkan, gel terbentuk lantaran daun tumbuhan itu memiliki kandungan sejenis karbohidrat yang dapat mengikat air.

Kata ‘cincau’ sendiri datang dari dialek Hokkian, sienchau, atau mungkin xiancau dalam dialek Hanzi.


Arti ini umum di lafalkan di lingkungan Tionghoa di Asia Tenggara, yang lalu diserap bhs Indonesia jadi ‘cincau’.

Kandungan Gizi dan Manfaat

Kecuali bertindak semacam dessert, cincau hitam pula berguna untuk kesehatan.

Manfaat itu berkenaan erat dengan kandungan serat larut air (soluble dietary fiber) yang ada di dalamnya.

Di dalam tubuh, serat larut air bisa mengikat kandungan gula serta lemak/cholesterol, hingga berguna untuk menghindar penyakit diabetes melitus, jantung, stroke, serta penyakit kardiovaskular yang lain.

Kecuali itu, cincau hitam pula memiliki kandungan nilai gizi yang cukup baik, terlebih bila dilihat dari kandungan mineral serta vitaminnya.

Tetapi, cincau hitam (buatan jadi) adalah bahan makanan yang amat minim kandungan gizinya.


Kandungan paling besar ialah air, nyaris meraih 98 persen.

Mengingat dalam sistem pembuatannya ditambahkan mineral serta pati, cincau hitam memiliki kandungan beberapa mineral serta karbohidrat dalam jumlah lumayan.

Cincau hitam memiliki kandungan kalori semakin banyak dari pada cincau hijau, 100 gr cincau hitam memiliki kandungan 122 kalori, 6 gr protein, 1 gr Lemak, 26 gr karbohidrat, dengan vitamin C serta vitamin A yang rendah.

Air cincau hitam itu di rebus janggelan kering hingga didapat ekstrak yang berwarna hitam. Ekstrak cincau memiliki kandungan senyawa fenol 17.3 persen, steroid 0.23 persen, flavoid 1.34 persen serta asam kafeat 50. 14 ppm.

Beberapa bahan itu adalah senyawa bioaktif yang berperan untuk anti oksidan.

Dari hasil riset diketemukan bahwasanya ekstrak air cincau hitam berbentuk imunomudolator, yakni bisa menambah sistem ketahanan tubuh dalam situasi sehat ataupun sakit.

Kecuali itu, ekstrak cincau hitam berbentuk kemoproventif pada sistem karsinogenesis yang dapat menghindar serta menghalangi perkembangan kanker dengan sistem imuno.


Cincau hitam pula memiliki kandungan anti-oksidan kuat yang dampaknya lebih ampuh dari pada vitamin E yang sampai kini dipuji semacam anti-oksidan kuat.

Pada konsentrasi yang sama, yakni 50 mg/ml, di ketahui bahwasanya ekstrak cincau hitam mempunyai kegiatan anti-oksidan yang lebih kuat dibanding vitamin E, yakni sebesar 98,9 persen serta 78 persen.

Dengan cara tradisional, orang-orang Indonesia telah mempercayai cincau hitam baik untuk kesehatan.(obatherbal.id)

Previous
Next Post »