Minggu, 21 Juni 2015

Tips Meredam Emosi dan Marah Saat Puasa

Puasa ramadan diakui bukan ibadah yang ringan. Salah satu godaan yang rentan muncul kala berpuasa, yakni marah. Selain tentunya keinginan untuk makan dan minum di siang hari.

Nah, bagaimana trik meredam amarah saat berpuasa? coba beragam trik berikut ini.

1. Perbanyaklah dzikir

Firman Allah SWT, “(orang-orang yang taubat yaitu) mereka yang beriman, hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah (dzikrullah). Ingatlah, dengan dzikrullah, hati menjadi tenang (QS Ar-Ra’du, [13] : 28),” rasanya sulit dibantah kebenarannya.

Diungkap Bastaman (2011), hasil penelitian Effa Naila Hady, seorang psikolog yang pernah melakukan serangkaian wawancara mendalam mengenai motivasi, penghayatan dan manfaat melakukan dzikrullah pada sekelompok pengamal dzikrullah di Alkah Baitul Amin, Cilandak, Jakarta, mendapati, munculnya perasaan tenang dan benar-benar merasakan sebuah kehidupan yang lebih tenteram dan bermakna setelah para respondennya melazimkan diri mengamalkan dzikrullah.

2. Berwudhu, mandi dan shalat

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menganjurkan orang agar berwudhu guna meredakan amarah. Sabdanya, “Bila kamu marah hendaklah kamu berwudhu.” (HR. Ahmad dalam musnadnya).



Bila cara ini dianggap kurang mantap, tidak ada salahnya juga untuk sekalian mandi. Dan andai masih belum reda juga, segera lakukan shalat. Berusahalah untuk khusyu.

3. Beralihlah dari situasi yang membuat marah

Jika orang yang terbelenggu emosi berada di rumah, segera pindah, cari alternatif ruangan lain yang bisa membuat nyaman, atau lebih baik lagi pergi ke mesjid. Demikian halnya jika tidak sedang di rumah

4. Tarik nafas dalam-dalam selama 5-10 detik

Tarik nafas perlahan melalui hidung, lalu hembuskan melalui mulut.

Nikmati dan rasakan betul pergerakan udara yang terjadi. Berfokuslah pada penghitungan waktu, bukan pada masalah yang membuat marah.

5. Pikirkan solusi singkat untuk mengatasinya. Rencanakan dengan matang dan tuliskan



6. Upaya lain yang perlu dilakukan berkaitan dengan sajian makan sahur:

- Hindari bersahur dengan sajian yang memiliki kadar glukosa tinggi

Seperti teh manis. Sajian jenis ini, disamping bisa menurunkan selera makan, juga dapat membuat kadar glukosa darah cepat turun.

- Pilihlah sumber karbohidrat kompleks

Jika memang harus bersahur dengan roti, pilihlah roti yang mengandung setidaknya 3 gram protein dan 3 gram serat.

Protein akan membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, sementara serat akan memperlambat pencernaan glukosa.

- Jangan lupakan buah dan sayur


Buah dan sayuran merupakan sajian kaya serat yang akan membuat glukosa darah tetap mantap.

- Konsumsi makanan kaya magnesium

Magnesium memainkan peran penting dalam mengontrol kadar glukosa darah sehingga tidak langsung drop saat lapar menerjang.

Sajian yang kaya magnesium diantaranya adalah bayam dan alpukat

- Akhiri sahur dengan jeruk

Hasil sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Medicinal Food tahun 2006, mendapati, mengonsumsi setengah buah jeruk segar akan meningkatkan resistensi insulin yang bisa menjaga kadar glukosa darah agar aman terkendali.

- Cukupkan kebutuhan cairan tubuh


Selain melalui 8 gelas air putih (bening), sebaiknya memperbanyak makanan yang banyak cairan.

- Lakukan olahraga ringan

Saat mendekati waktu buka, cobalah lakukan olahraga ringan, upaya ini akan mendorong tubuh membongkar cadangan glukosa yang dimilikinya.

Penyebab Marah

Setidaknya ada dua alasan, kenapa saat puasa keinginan untuk marah gampang datang: Pertama, sebab kemunculan Fenomena hangry, mudah marah (angry) ketika perut lapar (hungry).

Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kondisi ini berhubungan dengan situasi gula darah yang rendah (hipoglikemia), yang selanjutnya akan merembet, menjadikan kadar glukosa di otak juga rendah.

Menurut Jeremy Nicholson, dari Imperial College London, saat kadar glukosa rendah, fungsi otak tidak bisa berjalan dengan baik. Daya nalar bisa memudar, dan emosi selanjutnya jadi kendali – emosi labil umumnya bakal muncul ketika seseorang alpa mengasupkan makanan selama lebih dari delapan jam.



Gara-gara situasi ini pula, sebuah penelitian menemukan adanya potensi keretakan yang berujung pada perpecahan dalam rumah tangga.

Hal ini terjadi saat salah satu pasangan yang menderita hipoglikemia ujug-ujug meledak karena hal-hal yang sebenarnya sepele.

Dan kedua, karena faktor suhu udara. prakiraan suhu udara saat ramadhan kali ini berada di kisaran 32-35 derajat Celsius.

Hari yang panas bukan hanya mampu membuat tubuh tak nyaman tetapi juga benar-benar menggerus kesabaran.

Dikatakan Nancy Molitor, psikiater klinis dan pakar perilaku di Northwestern University Feinberg School of Medicine, kondisi seperti itu bisa menyebabkan orang sulit tidur, dehidrasi dan terbatasnya aktivitas sehari-hari, seperti terpaksa mengurung diri di kantor demi menghindari teriknya matahari.

Tak perlu heran jika karenanya terjadi perburukan mood yang menyebakan orang mudah marah. (voa-islam/muslimahcorner)

Previous
Next Post »