Minggu, 09 Agustus 2015

Hubungan Gigi Sehat Atau Tidak Dengan Kesehatan Jantung Anda

Gigi Anda Menentukan Nasib Jantung Anda!

Jantung adalah bagian tubuh manusia yang banyak bekerja. Setiap harinya jantung berdetak hingga 100.000 kali.
Sepanjang manusia hidup jantung berdetak sekitar 2,5 milyar kali. Besar sekali jasanya organ ini.
Sekalinya rusak  atau bermasalah pengobatannya akan sangat mahal. Jadi anda harus sangat menyayangi jantung anda.
Caranya:

1. Jangan biarkan jantung bekerja keras melawan tekanan darah yang tinggi.

Pastikan tekanan darah sistolik anda selalu dibawah 140 mmHg (<130 mmHg kalau punya diabetes).
Kalau tidak punya tekanan darah tinggi (hipertensi), periksakanlah tekanan darah anda secara berkala, setidaknya setahun sekali.
Jika sudah terdiagnosis hipertensi dan diobati, pastikan obatnya diminum teratur dan tekanan darah terjaga tetap rendah, jika perlu periksa beberapa kali dalam sehari.
Beli saja tensimeter digital untuk memonitor tekanan darah anda saat dirumah. Bila tetap tinggi, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter anda.

2. Kalau punya diabetes jangan biarkan pembuluh darah jantungnya rusak karena gula darah yang tidak terkendali. Berobatlah teratur, jangan sampai kadar HBA1C anda diatas 7.
Jadilah pasien yang rewel: Dok, obat sudah dimakan, makanan dijaga, tapi kok gula darah saya masih tetap tinggi. Apa obannya perlu diganti?

3. Jangan biarkan gigi anda rusak tidak terpelihara. Sisa akar gigi menjadi sumber kuman yang bisa beredar bebas dalam darah, hinggap di katup jantung dan menimbulkan kerusakan jantung (endokarditis).
Ada gigi bolong? Walau tidak ada keluhan, mampirlah ke dokter gigi.

4. Kalau sakit tenggorokan, terutama untuk anak-anak, jangan dibiarkan tidak terobati.
Datanglah ke dokter, pastikan sakit tenggorokan tidak disebabkan oleh bakteri.
Bakteri seperti streptococcus pada beberapa orang bisa memicu timbulnya serangkaian reaksi imun yang merusak katup jantung. Angka kejadiannya di Indonesia masih sangat banyak. Padahal cara mencegahnya sangat mudah.

5. Jangan biarkan lemak berlebih beredar bebas, lantas ditimbun di pembuluh darah.
Lakukan pemeriksaan lemak darah secara berkala kalau memang tinggi karena faktor genetik minum obat penurun kadar lemak secara teratur, jika tidak makanlah makanan yang sehat, rendah kolesterol, tidak berminyak, dan tinggi serat.

6. Berolahraga lah secara teratur. Jantung seperti halnya otot tubuh lainnya adalah orang yang sangat mudah beradaptasi sesuai kebutuhan.
Jika anda punya tekanan darah tinggi otot jantung akan menebal sehingga bisa bekerja memenuhi kebutuhan tubuh walau tekanannya yang tinggi.
Kalau ada sebagian ototnya yang mati pasca serangan, otot yang masih sehat akan bekerja lebih keras. Tapi kalau berlangsung terus-menerus ya fungsinya akan terganggu juga.
Olahraga yang teratur akan membentuk jantung yang sehat, yang bisa bekerja lebih efektif dan lebih tahan saat diberi beban berat. Risiko terjadinya serangan jantung juga akan menurun pada mereka yang berolahraga teratur.

7. Kalau mau hamil rencanakan lah terlebih dahulu.
Periksakan dulu ada tidak infeksi virus yang bisa mengakibatkan kelainan kongenital pada anak. Periksakan TORCH (Toxo, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes) dulu.
Janganlah hamil terlalu sering, terlalu muda (<18 tahun) atau terlalu tua (>35 tahun) karena risiko komplikasi tinggi. Termasuk salah satunya risiko terjadinya peripartum cardiomiopathy atau gagal jantung saat kehamilan.

8. Jangan merokok, rokok menganggu fungsi endotel pembuluh darah sehingga rsecara akut tekanan darah akan meningkat.
Proses penimbunan lemak pada pembuluh darah (atherosklerosis) juga berlangsung lebih cepat pada perokok.
Rokok juga mengganggu kerja trombosit, komponen darah yang berfungsi dalam proses pembekuan darah.
Trombosit lebih mudah rusak dan lebih mudah menempel (agregasi) satu sama lain membentuk gumpalan darah, penyebab terjadinya serangan jantung & stroke. Karena itulah perokok lebih rentan terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. (Facebook/dr. Erta Priadi Wirawijaya)

Previous
Next Post »