Kamis, 06 Agustus 2015

Ini Alasan Larangan Pijat Ketika Kamu Cedera Parah


Cedera kadang terjadi saat kita sedang berolahraga. Tanpa penanganan yang tepat cedera yang semula ringan bisa berakibat serius.

Salah satu penyebab cedera adalah teknik olahraga yang tidak benar. "Lakukan olahraga dengan teknik yang benar. Misalnya perhatikan posisi tubuh dan kaki yang benar saat berlari. Namun terus terang kita tak bisa mengubah cara berlari dalam waktu singkat," kata dokter ahli olahraga dari Royal Sport Medicine Center, Dr. Zainiki Saragih

"Cedera ada dua macam, akut dan kronis. Cedera akut terjadi baru saja sementara cedera kronis terjadi lebih lama, tata laksana penanganannya lebih kompleks," tuturnya.

Prinsip utama penanganan cedera akut adalah RICE, singkatan dari rest (bagian yang cedera diistirahatkan), ice (diberi es untuk mencegah atau meminimalkan pembengkakan), compression (kompresi atau pembalutan dengan bahan elastis yang tak terlalu ketat untuk menurunkan pembengkakan), elevation (bagian yang cedera diganjal bantal agar berada lebih tinggi dari jantung untuk meminimalkan pembengkakan).

"Untuk kasus cedera akut ini, sebaiknya diberi es, jangan yang hangat. Jangan pula dipijat. Setelah tiga hari dan tidak ada perbaikan, bawalah ke rumah sakit untuk diterapi," sarannya.

Ketika terkena kram, bagian yang terkena sebaiknya diistirahatkan dan diregangkan. "Lalu kembalikan hidrasi tubuh dengan minum," katanya. Saat kesadaran terasa menurun sewaktu berolahraga, disarankan untuk minum air manis.

Previous
Next Post »