Kamis, 15 Oktober 2015

RI-Yordania Realisasikan Pabrik Pupuk US$200 Juta Di Bontang

Pabrik Pupuk
PT Pupuk Indonesia (Persero) menggandeng investor Yordania, Jordan Phospate Mine Company, untuk membangun pabrik pupuk fosfat senilai US$200 juta di Bontang, Kalimantan Timur.

Seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Arifin Tasrif mengatakan pupuk yang diproduksi perseroan tidak hanya pupuk urea, tetapi juga pupuk fosfat, kalium, dan sulfur.

"Untuk fosfat ini kita udah melakukan joint venture dengan pihak asing yang memiliki resources dan mereka juga melakukan investasi di sini," kata Arifin di Kantor Presiden, Kamis (15/10/2015).

Ketua Presidium Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia ini menjelaskan kerja sama tersebut dilakukan dengan investor asal Yordania, yaitu Jordan Phospate Mine Company.

Kerja sama tersebut telah dijajaki sejak 2010. Adapun dokumen joint venture agreement (JVA) baru ditandatangani Direktur Utama Pupuk Kalimantan Timur Aas Asikin Idat dan Chairman JPMC Amer Abdel-Wahab Al-Majali pada Februari 2014.

Kerja sama tersebut mencakup pembangunan klaster pabrik pupuk fosfor di Indonesia yang tersebar di tiga lokasi, yakni Gresik-Jawa Timur, Bontang-Kalimantan Timur, dan Aceh.

"Yang sudah jalan di Gresik. Yang di Kaltim tahun ini groundbreaking, tahun depan konstruksi. Sedangkan yang di Aceh a year later," tuturnya.

Nilai investasi proyek tersebut diestimasi mencapai US$250 juta dengan kapasitas 200.000 ton pupuk P25 per tahun.

Sementara itu, peningkatan produksi pupuk kalium terkendala pengelolaan yang dikuasai oleh segelintir perusahaan besar. "Jadi kita hanya melakukan pengadaan strategis pupuk kalium," imbuhnya.

Arifin menambahkan asosiasi mendorong agar pabrik smelter di Gresik segera beroperasi. Dengan demikian, hasil sampingan berupa sulfuric acid dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk compound.

Secara umum, total produksi pupuk nasional mencapai 12 juta ton per tahun. Asosiasi menargetkan peningkatan produksi menjadi 19 juta ton pada 2019. 
Via : bisnis.com

Previous
Next Post »