Senin, 19 Oktober 2015

Untuk Pertama Kalinya, Pasangan Suami Istri Diangkat Jadi Santa

Pasangan Suami Istri Diangkat Jadi Santa

Vatikan City - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Gereja Katolik memberikan gelar suci (Kanonik) kepada sepasang suami istri. Gelar tersebut diberikan oleh Paus Fransiskus kepada orangtua dari orang suci asal Perancis, Santa Therese dari Lisieux.

Louis dan Zelie Martin, yang masing-masing meninggal pada 1894 dan 1887 , memiliki sembilan anak, empat di antaranya meninggal di usia muda, sementara lima lainnya semua menjadi biarawati.

Yang termuda, yang kemudian dikenal sebagai Therese dari Lisieux, diangkat oleh Paus Pius X sebagai "santa terbesar zaman modern".

"Pasangan suci Louis Martin dan Marie-Azelie Guerin mempraktekkan pelayanan Kristen dalam keluarga, setiap harinya menciptakan lingkungan iman dan kasih yang membina panggilan anak-anak perempuan mereka," kata Paus selama misa, seperti yang dilansir ABC News pada Senin 19 Oktober 2015.

Dalam sebuah wawancara dengan Paris-Match, Paus menggambarkan pasangan suci tersebut sebagai "penginjil ... yang membuka pintu mereka" untuk mereka yang membutuhkan dalam periode di mana "etika kaum borjuis tertentu adalah menghina orang miskin".

Sekitar 2.000 umat Katolik menyaksikan upacara pada layar besar di Basilika Saint Therese di Lisieux.

"Ini adalah saat yang menyenangkan,kami mencoba untuk mengikuti contoh mereka, walaupun itu tidak mudah," kata Annabella, didampingi suaminya dan anak-anak.

Orang tua Therese dari Lisieux ditahbiskan pada 2008 - langkah pertama pada jalan menuju kesucian - setelah Vatikan mengakui mereka telah melakukan keajaiban dengan menanggapi doa dari keluarga anak Italia yang sakit, Pietro Schiliro.

Tapi mereka membutuhkan keajaiban lain agar mereka menjadi orang kudus.

Pada 18 Maret lalu, Fransiskus mengatakan pasangan tersebut melakukan mukjizat dengan menyembuhkan bayi asal Spanyol bernama Carmen.

Lahir prematur dan menderita pendarahan otak, orangtuanya berdoa novena kepada pasangan tersebut dan kemudian bayi mereka selamat dan sehat.

Kedua anak tersebut, Pietro, 12 tahun, dan Carmen, 7 tahun, hadir pada upacara kanonisasi pada Ahad lalu.
Via : Tempo

Previous
Next Post »