Senin, 02 November 2015

Bontang Mau Mengejar, Investor Jadi Incaran

Bontang Mau Mengejar, Investor Jadi Incaran

Total luasnya hanya 716 kilometer persegi. Sementara, 1,4 persennya alias 10,024 kilometer persegi berupa perairan. Untuk ukuran sebuah negara, luasannya memang sangat kecil. Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki luas wilayah mencapai 1,9 juta kilometer persegi.

GUNTUR MARCHISTA SUNAN, Singapura

ITULAH Singapura. Negara kecil yang kaya, kuat, dan modern. Bontang Post (Kaltim Post Group) pun berkesempatan bertandang ke negara bekas jajahan Inggris itu, dalam rangka mendampingi rombongan tim sepak bola Bontang di bawah usia 12 tahun (U-12) dan U-14 yang tengah mengikuti turnamen internasional bertajuk Singa Cup, yang dihelat 1–6 November.

Singapura-Bontang, memiliki kondisi geografis yang hampir mirip. Secara keseluruhan, luas wilayah Singapura tidak sampai dua kali lipat Bontang. Total luas Bontang 497,57 kilometer persegi (km2), sedangkan Singapura 716 km2. Namun bedanya, Singapura didominasi daratan seluas 705,976 km2 dan lautan hanya seluas 10,024 km2. Sedangkan Bontang didominasi lautan seluas 349,77 km2 (70,30 persen) dan wilayah daratan hanya seluas 147,8 km2 (29,70 persen).

Terlepas dari kondisi geografis, sejatinya ada persamaan antara Singapura dengan Bontang. Keduanya sama-sama wilayah kecil yang berorientasi di bidang industri, jasa, dan perdagangan. Bedanya, jika Singapura sudah maju, sedangkan Bontang tengah memasuki tahapan untuk maju.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari ditetapkannya Bontang yang masuk dalam masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI). Bontang dinyatakan sebagai industri petrokimia berbasis migas dan kondensat. Selain itu dijadikan lumbung energi, dan roadmap industri nasional.

“Bontang harus berkontribusi besar dalam mewujudkan percepatan Indonesia untuk menjadi negara dengan kekuatan ekonomi kelima di dunia pada 2035,” kata Wakil Wali Kota Bontang Isro Umarghani, beberapa waktu lalu.

Makanya, salah satu program besar pemkot adalah Bontang Techno Park. “Bontang Techno Park dipersiapkan untuk menjadi pusat pelatihan dan sertifikasi atau center of trainer and certification. Juga sebagai center of excellence, yaitu pusat penelitian dan pengembangan industri dunia,” ujarnya.
Nah, jika itu terealisasi, bisakah Bontang menyalip Singapura? Jawabnya bisa.

Singapura dulunya adalah negara yang dianggap sebelah mata karena luas wilayahnya yang minim. “Saya yakin Bontang bisa melewati Singapura. Keberadaan industri harus berdampak pada upaya mewujudkan Bontang sebagai kota vokasi, yaitu kota yang mampu mencetak tenaga kerja yang andal, imun, dan kompetitif dalam persaingan global,” katanya.

Salah satu upaya perwujudan konsep dalam bidang pendidikan adalah, Bontang telah merencanakan pembangunan sebuah pusat pembelajaran dan peningkatan kualitas SDM berkualitas dunia bernama Bontang Techno Park, yang terdiri dari empat kluster yang dikembangkan, yaitu migas dan kondensat, pertambangan, perikanan, dan wirausaha.

“Konsep itu dinamakan triple helix innovation, sebuah konsep yang diusung oleh Pemkot Bontang dengan cara membangun sinergitas tiga domain, yaitu industri, pemerintah, dan pendidikan,” katanya.

Tentunya masih ingat dalam benak kita, bagaimana Lee Kuan Yew, Perdana Menteri Singapura tahun 1959–1990 harus memutar otak untuk membangun negaranya. Dulu, saking kecilnya Singapura, sampai-sampai mereka menyewa lahan di Riau untuk pangkalan angkatan udara (AU). Tak hanya itu, Singapura juga sampai membeli pasir dari Indonesia dalam jumlah besar hanya untuk memperluas wilayah daratan.

Tak mau selalu dianggap kecil, Singapura pun menyusun strategi dan cetak biru agar posisinya yang serbakecil itu harus mampu mengimbangi Indonesia. Bahkan, di era Presiden RI Soeharto, Singapura selalu menunjukkan kedekatannya dengan Indonesia, tak pernah berkonfrontasi, atau bahkan bersinggungan. Hasilnya, Singapura bisa selangkah lebih maju dari tetangganya.

Inilah yang dilakukan Pemkot Bontang. Tak mau hanya dikenal sebagai kota dengan luas kecil. Namun, pemerintah lebih sreg jika Bontang dikenal sebagai kota industri, perdagangan, dan jasa, yang tentu saja welcome terhadap investor.
Via : Kaltim Post

Previous
Next Post »