Jumat, 08 April 2016

Beres-beres Beras Basah, Pemerintah Tertibkan Pedagang

Beres-beres Beras Basah, Pemerintah Tertibkan Pedagang

Pedagang di wilayah objek wisata Pulau Beras Basah sempat menolak jika tenda jualannya dibongkar, Kamis (7/4) kemarin. Alhasil, setelah bernegosiasi, secara sadar mereka mau membongkar tiang-tiang tenda. Hal tersebut merupakan upaya Pemkot Bontang untuk menata objek wisata Kota Taman.

Saat penertiban, tim dari Pemkot Bontang, didampingi Satpol PP dan Polres Bontang. Awalnya maksud kedatangan mereka mendapat penolakan dari pedagang. Namun, setelah kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Yuliatinur memberikan penjelasan, akhirnya pedagang mengerti.

“Sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kami, kami membantu menata objek wisata yang ada di Bontang, salah satunya Pulau Beras Basah ini, “ jelas Yuli, sapaan Yuliatinur.

Kata dia, pemkot menginginkan tempat wisata harus nyaman, tenang, dan bersih. Namun kenyataannya, pihaknya sering mendapat keluhan dari masyarakat, jika pengunjung tak bisa leluasa duduk di wilayah Beras Basah. Pasalnya, sudah terdapat kavling-kavling untuk duduk yang dipungut biaya.

Bahkan, kata dia, pihaknya sudah beberapa kali memperingatkan. Karena adanya kavling-kavling juga beberapa tenda jualan pemandangan di Beras Basah terlihat kumuh. Puncaknya, mulai tahun ini yang semakin menjamur.

“Setiap tahunnya terus menjamur, nah itu yang mau coba kita tata ulang,” ujarnya.

Maksud kedatangan timnya ke Beras Basah pun untuk “bersih-bersih”. Namun karena terjadi penolakan, karena pedagang merasa diusir, sehingga masih menunggu hasil kesepakatan dengan pedagang yang difasilitasi DPRD Bontang.

“Kita coba duduk bersama, bagaimana solusinya biar semua enak, karena sebenarnya kami bukan mengusir, mereka boleh berjualan, hanya saja tidak semua lokasi di Beras Basah dikuasai mereka,” beber dia.

Pasalnya, lanjut dia, sudah sejak 2013 lalu pihaknya mensosialisasikan soal berjualan di Beras Basah. Senin (4/4) lalu pun sudah diperingatkan kembali agar berjualan tetapi tidak permanen dan mereka sepakat. Puncaknya, kemarin jadwalnya untuk penataan.

“Akhirnya mereka mau bongkar sendiri dan kami apresiasi itu. Kami harapkan tidak ada lagi kavling jualan yang tumbuh-tumbuh, karena kami ingin seperti objek wisata lainnya yang memang apa adanya pulau,” ungkapnya.

Sementara itu, Amir Kosinah juru bicara pedagang di Beras Basah mengatakan, pembongkaran warung-warungnya masih menunggu hasil kesepakatan bersama dewan. Rencananya, 12 April mendatang menjadi jadwal pembahasan soal penataan Beras Basah yang melibatkan para pedagangnya. Sehingga Amir meminta agar Pemkot Bontang tak perlu mengambil tindakan sekarang.

Pihaknya pun berkomitmen menerima hasil kesepakatan. Prinsipnya, mereka mendukung jika Beras Basah ditata dengan baik. Hanya saja, jangan dilupakan juga soal kelangsungan hidup para pedagang yang menggantungkan hidupnya dari hasil berjualan di Beras Basah.

“Yang kami inginkan perhatian pemerintah terhadap para pedagang, tapi kami berharap masyarakat di sini tetap bisa berjualan,” katanya yang dibenarkan oleh Herman salah satu penjual di Beras Basah.

Previous
Next Post »