Jumat, 29 April 2016

Kisah Orang yang Menawarkan Salah Satu Istrinya untuk Sahabatnya

Apakah Anda cukup familiar dengan istilah Itsar? Itsar merupakan
salah satu tingkat yang sangat tinggi dalam ajaran persaudaraan Islam. Definisi dari istilah ini adalah mendahulukan kebaikan yang berkaitan dengan dunia untuk saudaranya yang juga memeluk agama Islam. Latar belakang seseorang mau melakukan Itsar ini adalah Allah SWT yang dengan ajaran-Nya selalu membuat kita menjadi pribadi lebih baik lagi. Contoh mendahulukan kepentingan saudaranya ini bisa kita simak dalam kisah sahabat Muhajrin dan sahabat Anshar

Kisah Orang yang Menawarkan Salah Satu Istrinya untuk Sahabatnya


Seorang lelaki yang memiliki istri maupun sahabat pasti sangat menyayangi istri sekaligus sahabatnya. Bagaimana bisa ada orang yang menawarkan salah satu istrinya untuk sahabatnya?. Apakah orang tersebut sama sekali tidak mencintai istrinya? Berikut kronologi kisah tersebut.

Suatu ketika, kaum Anshar menyambut datangnya sahabat Muhajrin yaitu Radhiyallahu ‘anhum. Seluruh kaum Anshar ini menyambut kedatangan sahabat Muhajrin ini dengan hati yang sangat senang, sambutan serta pengorbanan yang mereka berikan sangat mengesankan adanya. Seorang sahabat Anshar memberikan sebagian harta bagi saudara Muhajrin, mungkin bagi sebagian orang hal ini tidak termasuk terlalu mewah. Banyak orang zaman dahulu melakukan hal yang serupa bahkan zaman sekarang sekalipun hal tersebut terkesan biasa saja. Akan tetapi, hal berikutnya yang diberikan dari sahabat Anshar kepada saudara Muhajrin tak terhitung lagi nilainya. Bayangkan saja, yang diberikan adalah dua orang istrinya. Ia mempersilakan saudara Muhajrin tersebut memilih salah satu yang disukai untuk segera bisa ia ceraikan dan diproses lebih lanjut. Jika sudah selesai masa ‘iddah, maka saudara Muhajrin ini boleh langsung menikahinya.

Mungkin Anda sudah pernah dengar cerita ini atau yang serupa. Bukan berarti sahabat Anshar itu tak mencintai kedua istri yang ditawarkan, sebaliknya ia mencintai mereka juga dengan sepenuh hati. Akan tetapi, ia mendahulukan sifat Itsar dalam ibadah ini demi membuat saudaranya itu bahagia. Luar biasa, bukan? Tak banyak dari kita rela melakukan hal tersebut sekarang ini.

Bayangkan jika Anda menjadi saudara Muhajrin yang ditawari istri cantik. Tentu saja kita tak akan menolak, kesempatan ini sangat jarang datangnya. Apalagi jika kita masih berstatus lajang. Apabila kita sudah menikah pun, hal tersebut tetap baik adanya dan merupakan tawaran yang sangat menggiurkan. Sayangnya, tidak semua akan ditawari oleh hal seperti ini. Maksud itsar yang serupa umumnya dirasakan oleh orang-orang yang memiliki karakter surgawi dan hidupnya pun mulia.

Setelah memberikan istrinya rupanya saudara Muhajrin ini mendoakan hal-hal baik kepada sahabat Anshar. Ia berkata bahwa semoga Allah Yang Maha Pengasih selalu memberi berkah dan harta melimpah kepadanya. Sebagai gantinya, ia hanya meminta letak pasar. Letak pasar ini perlu diketahui karena saudara Muhajrin hendak melakukan perniagaan. Di zaman sekaramg, imbalan serupa terasa tak sebanding, tetapi saudara Muhajrin ini mau menerimanya dengan sangat senang hati. Berkaca dari hal ini, bayangkan, adakah orang zaman sekarang memilih kail saja padahal ada sejumlah ikan besar sudah ditawarkan kepadanya? Sudah dipastikan bahwa orang yang memberinya merupakan orang-orang mulia. Sekian artikel mengenai orang yang menawarkan salah satu istrinya untuk sahabatnya, semoga bisa menjadi panutan yang berharga untuk kita semua.

Sumber: Kumpulanmisteri.com

Previous
Next Post »