Rabu, 13 April 2016

Manfaat Air Bambu Eul-Eul

Disela ramainya pameran Flora dan Fauna 2009, terselip satu pengobatan alternatif yang tergolong unik. Biasanya disebut dengan air Bambu Eul-eul. Namanya memang terdengar asing, namun khasiatnya konon sangat mujarab. Pada spanduk besar di depan kios itu terbentang tulisan yang menyebutkan air "ajaib" itu dapat menyembuhkan segala penyakit, seperti jantung, tifus, rhematik, asam urat, batuk, kanker rahim, darah tinggi, ginjal, stroke, amandel, sakit gigi, tambah stamina, maag, ambeien, kencing manis, keracunan, sakit perut, dan migran.

Jamal, yang mewakili sang pemilik, Adang Meman, membenarkan apa yang dituliskan pada spanduk tersebut. Bahkan dia berani mengatakan, apa yang disebutkan bukan semata menarik perhatian lalu lalang orang. Dia menjelaskan, air ajaib ini memang asli berasal dari bambu air atau bernama latin Nastus Elegantissimus. Bambu jenis ini banyak terdapat di Jawa Barat, terutama kawasan yang memiliki ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut.Tapi dia menolak memberitahu secara spesifik lokasi habitat asli bambu air in dengan alasan rahasia perusahaan.

Lantas apa yang membuat air bambu itu begitu istimewa? Dijelaskan Jamal, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tahun 2000 lalu mencatat air bambu eul-eul ini mengandung kandungan mineral 5.9 % dan oksigen 18.34%. "Dengan kandungan demikian, secara medis bisa membantu penyembuhan," tutur jamal kepada Republika Online, awal pekan ini.

Cara kerja penyembuhannya, cukup sederhana. Layaknya mengonsumsi air setiap hari, air bambu Eul-eul juga demikian. Namun, disarankan untuk mengkonsumsi tiga kali sehari terutama saat sebelum tidur. Menurut Jamal, ketika tidur manusia mengalami regenerasi sel-sel tubuh yang rusak. Pada saat itulah, air Eul-Eul bekerja membantu melancarkan metabolisme tubuh dan memproduksi sel-sel baru secara alami. Tapi perlu digaris bawahi, konsumsi air eul-eul harus secara rutin dan tidak boleh terputus.

Secara karakteristik, bambu air memang sedikit berbeda dengan keluarga bambu lainnya. Dikala bambu jenis lain batangnya mengecil sampai puncak maka bambu air justru terbalik. Puncak bambu cenderung membesar dan akhirnya merunduk. Disitulah, bambu air saatnya dipanen. Untuk satu bambu memang tidak bisa diperkirakan jumlah takaran airnya. Sebagai perbandingan, untuk satu botol kemasan 600 ml bisa menghabiskan 4-6 bambu. Waspada Pemalsuan

Tapi Jamal mengingatkan kepada para konsumen untuk memperhatikan keaslian air bambu. Menurut dia, air penyembuh ini bisa berpotensi menipu konsumen. Semisal, bambu yang direndam air sungai dapat menghasilkan air karena proses penyerapan air berlangsung secara osmosis. "Tapi jangan salah, dari segi rasa air bambu buatan bisa tercium apek. Sedangkan air bambu asli tidak berbau justru segar. Kalau terlihat airnya keruh maka bambu yang digunakan tergolong masih muda. Jadi, harap berhati-hati," tegasnya.

Memang benar, air yang dirasakan dari bambu begitu segar. Mungkin jauh lebih segar bila langsung diminum saat bambu dipotong. Namun,serat-serat bambu memang cukup mengganggu saat meminumnya. Tapi Jamal meyakini serat-serat bambu bukan merupakan masalah melainkan bagian dari sifat alamiah air bambu sebagai penyembuh.

Untuk menikmati air bambu Eul-Eul dengan ukuran botol air minum kemasan 600 ml, konsumen harus merogoh kocek 50 ribu rupiah. "Kebanyakan yang sudah mencoba, merasakan khasiat air ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun sudah pernah mencoba minum air bambu eul-eul dan hingga kini pun tetap disediakan bila dipesan," kata Jamal.

Ari, warga kebon sirih, yang kebetulan sedang melihat-lihat pameran flona tiba-tiba begitu tertarik mengunjungi boot air bambu Eul-Eul yang berada dipojok Lapangan Banteng Ini. "Saya penasaran mas, kayaknya patut dicoba saat melihat spanduk dan tampilannya yang unik," ujarnya.

Ketika puas bertanya tentang khasiat air bambu Eul-Eul, Ari pun lantas segera mencicipi. Menurutnya, air bambu memang tak jauh beda seperti air putih biasa namun lebih segar. Dia lantas berpendapat, air mineral seperti air bambu eul-eul memang harusnya bisa meyembuhkan."Bagaimana tidak, air kemasan biasa saja harganya Rp 3 ribu, inikan RP 50 ribu. Ya, harusnya bedalah," tegasnya.

Meski mencoba karena alasan ingin tahu, Ari menyayangkan air bambu begitu mahal terlebih saat mengetahui kalau konsumsi air bambu Eul-eul tidak berlanjut maka percuma saja. "Tapi memang benar, pada dasarnya kesehatan manusia ditentukan kualitas metabolisme tubuh. Keberadaan air dalam tubuh turut membantu melancarkan metabolisme. Bisa dibayangkan, jika metabolisme kacau maka tubuh penuh potensi mengalami suatu penyakit," ujarnya. Anda penasaran?

Previous
Next Post »