Rabu, 20 April 2016

Tak Tahan Jadi Isteri Simpanan, Si Cantik Ini Minta Cerai dan Kembali Jadi PSK


SURABAYA – Sejak berusia 19 tahun, Sephia sudah merasakan asam garam kehidupan malam di Surabaya. Ya, perempuan yang kini sudah 30 tahun itu menjadi penjaja cinta di hotel-hotel mewah Kota Pahlawan. Dia rela menjadi pemuas para pengusaha dan pejabat kelas kakap.

Selama 11 tahun menekuni bidang esek-esek Sephia tak pernah turun harga. Mentok dia menawarkan harga Rp 10 juta. Itu sekali service. Tidak termasuk hotel, kencan di restoran ternama dan lainnya.

Maklum, wajah ayu dan tubuh tinggi semampai bak model menjadi pemikat pria-pria tua berduit untuk mengencaninya.

Bahkan, salah satu pengusaha sebut Donjuan, 51 sampai menaruh hati padanya. Donjuan pun akhirnya menikahi Sephia pada akhir Desember lalu.

“Tapi saya tidak betah dinikahi. Ini saya mau minta cerai saja,” kata Sephia ketika datang di Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, Senin (18/4), Memang penampilan Sephia tampak begitu menggoda.

Dengan hem putih menerawang dan celana jeans panjang, aura kecantikan wanita berdarah Sunda Tionghoa itu membuat para pengunjung PA terpana.

Tak hanya pria, wanita pun tak berkedip mata melihat kecantikan wanita yang kini tinggal di hotel bintang lima di kawasan Surabaya Pusat itu. Selain itu, nama Sephia masuk menjadi jajaran PSK kelas atas karena mempunyai service hampir sempurna.

“Dulu waktu pemula, jadi simpanan pengusaha batu bara, ya yang kini jadi suamiku. Bahkan, dia yang mengambil perawanku,” kata Sephia bersama pengacaranya di salah satu kantor pengacara depan PA.

Dengan Donjuanlah, Sephia yang juga alumnus komunikasi di salah satu universitas ternama di Surabaya itu merasakan awal mula nikmatnya surga dunia.

Waktu itu, Donjuan sudah memiliki istri sehingga Sephia hanya menjadi simpanan saja.

“Saya sakit hatinya itu, saya pernah memergoki papa (pangggila Donjuan, Red) selingkuh sama purel,” jelas dia.

Rasa sakit membuat Sephia juga membalas dengan perselingkuhan. Sephia selingkuh dengan pria lain dan akhirnya ketagihan jadi simpanan para om-omo kaya.

Sejak awal menjadi wanita simpanan, Sephia tinggal di perumahan elit di kawasan Surabaya Barat maupun Timur.

Kini, dia lebih suka tinggal di hotel berbintang. Dia merasa hidup di hotel lebih nyaman dan safe. Tidak ada tetangga yang melihat aktivitasnya. Dia juga bisa keluar sesuka hati ketika ada pengusaha yang menghubunginya untuk menjadi teman kencan.

“Saya tidak mau terikat. Terakhir ini saya terikat karena papa (Donjuan, Red) menjanjikan akan menyewakan kamar hotel buat saya seumur hidup,” kata Sephia. Karena itu, Sephia mau meresmikan pernikahannya. Apalagi, istri Donjuan sudah meninggal setahun lalu.

Meski mendapatkan fasilitas kehidupan mewah, Sephia tak serta merta bisa meninggalkan profesinya untuk menservice bos-bos.

Seringkali, bos-bos menghubunginya dan mengajaknya kencan. Sekali kencan, ada pejabat dan bos yang membelikan mobil dan kartu kredit secara gratisan.

“Biasanya saya lakukan kalau papa lagi keluar kota, tiap hari saya melayani mereka di luar hotel tempat saya,” jelas dia.

Sepandai-pandainya bangkai ditutup, baunya akan tercium pula. Sephia ketika kencan dengan bos lain, kepergok Donjuan karena dimata-matai pegawai hotel.

Dari situlah, Donjuan marah dan meminta Sephia mengembalikan seluruh fasilitas yang diberikannya. “Ya saya pergi dari hotel itu. Sekarang saya pindah ke hotel tengah kota, dibiayai sama pengusaha juga. Lebih dekat dengan fasilitas umum,” kata Sephia.

Dari pengalaman menikah dengan Donjuan, Sephia mengaku tak akan pernah menikah lagi. Dia ingin tetap menjadi simpanan bagi lelaki yang mau memberinya fasilitas lebih di hotel. “Sebagian saya tabung untuk beli sawah di Malang,” pungkas dia.( pojoksatu )

Previous
Next Post »