Kamis, 25 Agustus 2016

Anda Harus Tahu, Inilah Daftar Terbaru Uang Panai’ Gadis Bugis-Makassar-Mandar dan Kenapa Mahal

Anda Harus Tahu, Inilah Daftar Terbaru Uang Panai’ Gadis Bugis

Pada masa Kerajaan Bone serta Gowa dan Tallo, jika ada seorang laki-laki hendak meminang perempuan entah dari kalangan bangsawan maupun bukan, wajib menyerahkan uang panai’.

Jika tidak diserahkan, konsekuensinya adalah pinangan itu jelas ditolak.

Uang panai’ hanya diserahkan kepada perempuan dari suku Bugis, Makassar, dan Mandar.

Uang panai’ dimaksudkan sebagai penanda jika si laki-laki yang kelak akan menjadi suami akan mampu menafkahi istrinya.

Nah, sebaliknya, jika tidak mampu atau memiliki uang panai’, bagaimana mungkin kelak akan memberi nafkah.

Jika mampu memberi uang panai’ berarti siap secara lahir batin untuk membangun bahtera rumah tangga.

Menikah pun tak cukup jika hanya bermodalkan cinta.



Uang panai’ pada esensinya bukanlah uang untuk membeli calon istri.

Uang panai’ adalah uang belanja atau mahar atau uang untuk membiayai pesta yang akan digelar keluarga calon mempelai perempuan.

Namun, seiring dengan perubahan zaman, esensi uang panai’ mulai bergeser.

Awalnya adalah uang belanja, tapi kini bagi sebagian kalangan, uang panai’ menjadi simbol prestise dan gengsi.

Bahkan, ada oknum ambil untung.

Nominal uang panai’ mencitrakan, siapa yang memingang dan siapa yang dipinang.

Menikah di kalangan sebagian orang Bugis, Makassar, Mandar, akhirnya bukanlah perkara mudah dan murah.

Nah, sekarang, jika seseorang ingin meminang, berapa nominal uang panai’ harus diserahkan.
Daftar Uang Panai'

Berikut ini nominal disebutkan mereka melalui komentar.

Ternyata, mulai jutaan hingga miliaran rupiah.

Wah, sungguh bikin sesak bagi mereka yang tak mampu.



Akun Firah Fira Fira menulis, “Cantik, seorang bidan + berkarir, dri kluarga besar, cwe makassar minimal 100 jt.. nb: 2016.”

Akun Akun Akbar Fira menulis, “Saputra klw gadis bugis standar lima puluan, klw makassar biasa'x 10 juta jadi, tapi klw cewe palopo biasa'x cuman modal cinta doank. Hahaa.”

Akun Akun Bajhiek Bondeng Fira menulis, “Hmm... Semua tergantung dgn apa yg dimiliki wanita itu. Semakin banyak 'kepemilikannya' semakin tinggi uang panai'nya. Contoh kalau dia sarjana, hajimi, pekerjaannya bgs, status sosialx bgs, org tuanya org berada pastimi mahalq.. yah diatas 100 jutalah....”

Akun Aldi Pratama Fira menulis, “Jangan tanggung2 minta 5 M.”

Akun Kipoel Ji Fira menulis, “Standar
50 juta lulusan SMU
75 sd 100 sarjana
125 jt bila pegawai atau PNS
150 jt bila dah dapat jabatan
200 jt bila Sarjana, Pegawi dan sudah haji.
300 jt bila anak tunggal lagi
ni yg standar bro....”

Akun Muh Asri Fira menulis, “Kalo uang panai 20 jt dapat Perawan Alhamdulillah, kalo uang Panai 50jt baru overSize 100, Rugi abang, hahaha.”

Akun Kamarudin Kartini Fira menulis, “Kalau org bugis tergantung dari kesepakatan.karna uwang yg di kasi naik tdk bisah disimpan pakai modal usaha.
Doa slmt juga bisa.
Kalau yg umum skrg 50jt keatas.”



Akun Hendra Setyawan Fira menulis, “Kalau panai Bugis mencapai 100 juta lebih
Kalau uang panai Makassar hampir 100 juta
Kalau uang panai Mandar sama dengan bugis..”

Akun Mansyur Sese Fira menulis, “Sekarang sekitar 30jutaan.tergantung status wanitanya.keluarga kaya atau puang biasanya lebih mahal..”

Akun Salmianti Yanti Fira menulis, “Kalo sarjana biasanya 100 juta. Gue keturunan chainese maunya 200 juta :v mimpi indah!.”

Akun Muh Asri Fira menulis, “kalo di Makassar,gowa dan takalar standar 30jt, kalo bugis dan mandar mana saya tau.”

Akun Andi Ardiansyah Fira menulis, “Orang bugis standar 200 jt sampai 500
Makassar standar 80 jt sampai 300
Kalau mandar nda tau...”

Akun Riezki Yanna Fira menulis, “Lulusan SMA (orng bugis) 50 jt,tdk pake bangsawan.”

Akun NndaHh Achmad AsliFa Fira menulis, “Kalau saya 50juta gelar S1 kep. Klw lanjut kuliah 1 tahun gelar Ns 80juta #tribuntimur.”



Akun Bang Aan Fira menulis, “Uang Panai orang Bugis, klw gadis 30 juta, gadis + haji 40 juta, haji tapi janda 40-30= 10 juta..”

Akun Sulaeman Ali Malluru Fira menulis, “Kalau jeneponto standarnya 30 - 70 juta. Kalau ada yg diatasnya biasa kelas menengah ke atas. Tp kalau sy ada yg sertusan mending cari janda. Hahahahahha.”

Akun Doel Makassar Kota Daeng Fira menulis, “Jgn salah klw cwe palopo modal cinta, sy sj orang palopo 45 jt n sdh sarjana....”

Akun Niar Amiruddin Fira menulis, “Kalau dikampungku min. 20 juta,klo sdh ada gelarnya min. 30 jeti.....”

Akun Fadel Abdurrahman Fira menulis, “Bulan lalu tetanggaku nikahi perempuan orang soppeng, keturunan Andi, 80jt panaiknya stelah nego dari harga awal 120jt.”

Akun Shita Janu Shita Janu Fira menulis, “Minimal 20 juta kalau orang MAROS.”

Akun Andy Fira menulis, “Klo skrg bisa" Milyaran tuch. Tp y tergantung kehidupan Keluarganya dlu..”

Akun Arhiel Jhe Fira menulis, “Santai SMA saja 40jt!!!!hahahahahaha...yang udah tamat!!!.”

Akun Rusli Irwasda Fira menulis, “Makassar, standar 25 juta ke atas.”



Akun Fajar Gunawan Fira menulis, “Gadis bugis makassar 25-50 juta gadis mandar 20-30 juta..”

Akun Risal Fira menulis, “BUGIS STANDAR 50...”

Akun Budi Nanggala Fira menulis, “Minimal limpu'.”

Akun Tujuan Ketenangan Fira menulis, “masing-masing minimal 25 juta.”

Akun Agus Sulaeman Fira menulis, “5jt.”

Akun Elpias Dendy Fira menulis, “Dua ratus ringgit.”

Nominal disebutkan facebookers mencapai miliaran rupiah sebenarnya bukanlah sesuatu yang mengada-ada.
Uang Panai' Termahal

Pada tahun 2004, seorang tokoh di Sulawesi Selatan menikahkan putrinya, uang panai’nya Rp 1 miliar.

Pada Juli 2016, seorang pengusaha, Jaya Baramuli (52) menikahi putri bangsawan, Andi Rahmaniar Idrus (25), uang panai’nya Rp 599 juta.

Pesta pernikahan berlangsung di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Pada Mei 2015, anak pengusaha pembuat kapal Phinisi, Adan Wahyudi Masse (25) menikahi karyawati bank, Indarwati Desrianti (26), uang panai’nya Rp 505 juta.

Pesta pernikahan berlangsung di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Uang panai’ senilai itu lantas menjadi perbincangan di kalangan netizen, ibu rumah tangga, dan sosialita.



Ngomong-ngomong, mengapa uang panai’ bisa ‘semahal’ itu?

Dalam menentukan nominal uang panai’, pihak keluarga atau delegasi kedua belah pihak melakukan musyawarah hingga ditemukan kesepakatan.

Mereka mempertimbangkan sejumlah faktor yang mempengaruhi nominal tersebut.

Faktor tersebut, antara lain fisik perempuan, pendidikan, strata sosial, status ekonomi, pekerjaan, asal daerah, serta popularitas.

Semakin tinggi derajat atau level faktor tersebut, maka akan semakin tinggi pula nominal uang panai’.

Setidaknya linear.
Kenapa Harus Mahal?

Facebookers juga memiliki pendapat terkait penentu nominal uang panai’.



Akun Arfan Arfan Pakusadewo menulis komentar, ”Uang panai itu tdk ada bts,tergantung ke dua belah pihak. Tergantung pendidikan & parasx klo mnrur sy. Hehehe....”

Akun Dudung Maman menulis komentar, ”Klo cantik bru pintar pasti mahal.
Apalagi kalau sudah haji trus kturunan bangsawan.
Saya sarankan mundur.
Hehehe.”

Akun Andi MuNadiah menulis komentar, ”uang panai itu tergantung dari acara nya, kalau mau ki acara megah. yah kasih naik ki uang banyak". asalkan org baik" ji, biar ki janda kalau bagus ki agama nya siapa coba yg tdk mau. pasti mau semua org. :-D baru kalau laki" yg bagus agama nya bisah bimbing wanita dgn baik" bisah ji NA nafkahi Dan bisah NA kasih selamat org tua nya Dan istri nya di dunia Dan akhirat. bgtu pun cewek, pendidikan memang org bilang sekarang penting, tpi kalau org tau agama dia tdk pilih pendidikan. yg penting agama nya itu cowok bagus. bisah NA perbaiki anak nya org menjadi lebih baik, dari yg Dulu..”

Akun Sàifullàh Vht Rollink's Milànisti menulis komentar, ”tergantung dari derajat serta kedudukan wanita tersebut, semakin tinggi derajat, kedudukan, serta pendidikan wanita tersebut semakin tinggi pula Mahar ( Uang Panai ) yang disediakan..”

Akun Muhiddin van Onthonk menulis komentar, “Kalau tinggi sekolhnya tinggi juga uang panainya, apalagi adami kerjana, apalagi klo PNS...awwehh..ratusan jutami ambo kodonge.. apalagi kalo sdh tommi naik haji..tangkismi itu....”

Akun Lianta Kesuma menulis komentar, ”Sdh sy alami cuma 5000.000 saja yg penting ikhlas kedua duanya...”

Akun Muh Alifikri menulis komentar, ”Saya dari Mandar, beraneka ragam dan lebih condong ke status sosial semakin tinggi intensitas status sosial seseorang maka semakin tinggi pula uang panaiqnya dan kesemuanya kembali lagi pada kesepakatan kedua mempelai keluarga salam dari
Kab Polewali Mandar.”

Akun Baslam menulis komentar, ”Uang panaik tergantung golongan darah, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan kecantikan..”

Akun Muhammad Fauzan menulis komentar, ”Haha tergantung juga kalo orang tua yang jodohkan biasanya agak mahalki uang panaiknya dibanding org yg pernah alami pacaran hehehe.”

Akun Puang Bos menulis komentar, ”tergantung apa ijazah nya apa mobil nya dan apa kwrja nya.”

Terkadang, gara-gara nominal permintaan uang panai’ pihak calon istri terlalu tinggi rencana pernikahan pun gagal.

Di Kabupaten Bulukumba, gadis bernama Risna gagal dinikahi Rais.

Rais tak sanggup memenuhi nominal permintaan uang panai’ ditetapkan orangtua Risna.

Akhirnya Rais menikahi gadis lain, padahal dirinya dengan Risna telah menjalani pacaran selama sekitar tujuh tahun.

Pernikahan Rais berlangsung pada Oktober 2014 di Bulukumba.

Saat Rais bersanding dengan istrinya di pelaminan, Risna datang menghadiri resepsi kemudian menangis dalam dekapan mantan pacarnya itu.

Pernikahan dan kisah “kasih tak sampai” tersebut pun menjadi heboh.

Kisah mirip kisah Risna dengan Rais difilmkan berjudul “Uang Panai Mahar(l)”.

Film ini tayang di bioskop mulai, Kamis (25/8/2016).





Kasus lain menghebohkan gara-gara uang panai’ juga terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Oktober 2013.

Prada Justamal, prajurit Kopassus Kartasura, Solo, Jawa Tengah, nyaris dihakimi keluarga calon mempelai perempuan di Dusun Gantaran, Desa Taeng, Kecamatan Pallagga, gara-gara uang panai’-nya kurang.

Justamal sedianya mempersunting Irmawati dan uang panai’-nya Rp 50 juta.

Justamal baru membayar panjar sebesar Rp 10 juta dan sisanya senilai Rp 40 juta akan dibayarkan setelah uang pinjaman di koperasi cair.

Pihak keluarga Justamal (berjumlah 40 orang) yang mendatangi rumah Irmawati hendak menyerahkan uang panai’ sempat tertahan karena jumlah uang yang dibawa tidak sesuai dengan kesepakatan.

Pihak keluarga Irmawati merasa dipermalukan karena uang disepakati senilai Rp 50 juta tidak dapat diserahkan saat itu juga, Senin (12/8/2013) malam.

Oleh karena itu, pihak keluarga Irmawati marah dan nyaris menghakimi Justamal.

Peneliti Budaya Bugis-Makassar, Andi Ahmad Saransi dalam wawancara dengan Tribun-Timur.com pada Oktober 2013 mengatakan, uang panai’ yang tak cukup sebenarnya bisa diakali.

Cara itu bisa ditempuh jika ada kesepakatan kedua belah pihak dan tak ingin membiarkan masalah menjadi larut.



"Bisa saja uang lelaki tak cukup ditambahkan oleh mempelai perempuan, jika ingin menyatukan kedua calon mempelai,” kata Ahmad Saransi.

Selain itu, tak jarang terdengar kabar jika terjadi kasus kawin lari (silariang) oleh sejoli lantaran gagal menikah karena uang panai’ terlalu mahal.

Ahmad Saransi menilai, silariang juga terjadi karena belum adanya restu.
Erang Erang dan Sompa

Ternyata, dalam adat Bugis dan Makassar, tak hanya uang panai’ diserahkan.

Mempelai laki-laki wajib pula menyerahkan erang erang dan sompa.

Erang erang berupa aksesoris resepsi, misalnya pakaian, perhiasan, dan makanan.

Sementara sompa berupa harta tidak bergerak, misalnya sawah, ladang, kebun, atau rumah.


Diberitakan Tribun Timur pada Desember 2014, pernikahan putri mantan Gubernur Sulawesi Selatan Amin Syam, drg Irma Awalia dengan dr Jainal Arifin, sompanya adalah rumah plus mobil.(*)// tribun timur/

Previous
Next Post »