Minggu, 28 Agustus 2016

"Cupang" Ciuman Yang Lazim Di Lakukan Orang Berpacaran ini Ternyata Bisa Menyebabkan Kematian


Julio Macias Gonzales (17) mendadak kejang-kejang saat sedang duduk makan malam bersama keluarganya di rumahnya di Iztapalapa, Meksiko. Orangtuanya lantas segera menghubungi rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Setelah diperiksa, dokter mengatakan penyebab meninggalnya Julio adalah luka bekas ciuman (cupang) pada lehernya. Sedotan pada lehernya itu terlalu dalam, menyebabkan darah menggumpal dan tidak bisa mengalir ke otak.

Singkatnya, Julio terserang stroke. Diwartakan Express, Minggu (28/8/2016), diketahui kemudian bahwa remaja itu memang baru saja menghabiskan waktu bermesraan dengan kekasihnya yang lebih tua pada sore hari itu.

Orangtua Julio sontak menyalahkan perempuan 24 tahun itu sebagai penyebab kematian putra mereka. Sebenarnya, hubungan mereka sudah lama tidak direstui. Sebab perbedaan umur mereka terlalu jauh.

Namun tak disangka, mereka tetap menjalani cinta terlarang itu. Lalu sekarang, hubungan mereka harus berakhir karena dipisahkan oleh maut.

Meninggalnya seseorang karena dicupang bukan baru kali ini terjadi. Sebelumnya di Selandia Baru, seorang perempuan berumur 44 tahun, Maori menjadi lumpuh juga karena pembekuan darah pada lehernya.

Dokter sempat bingung mencari tahu penyebab utama kelumpuhan pada Maori. Sampai mereka menemukan bekas luka cupang pada lehernya.

Gumpalan darah di arteri (pembuluh darah besar) menyebabkan luka memar yang cukup besar. Pembekuan pada darah menghambat pengangkutan oksigen ke otak. Inilah yang memicu terjadinya stroke, yang umumnya dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian.

Previous
Next Post »