Jumat, 16 September 2016

Awas! Ada 48 Jenis Baru Narkoba, Sasarannya Dunia Pendidikan

Ada 48 Jenis Baru Narkoba, Sasarannya Dunia Pendidikan

MEDAN-Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) Brigjen Pol Andi Loedianto memberikan pembekalan kepada 4.500 mahasiswa baru Universitas Panca Budi (Unpab) Medan.

Ribuan mahasiswa baru Unpab tahun akademik 2016/2017 ini diberikan pengetahuan agar mewaspadai bahaya narkoba. Sebab, peredarannya sudah menyasar dunia pendidikan, mulai dari kampus hingga sekolah dasar.

“Sekarang narkoba yang beredar bukan hanya sabu, ekstasi dan ganja. Tapi, ada 48 jenis baru narkoba yang beredar di tengah-tengah masyarakat. Ada berbentuk permen hexos dan boneka. Makanya, tak heran ada anak kelas V SD positif narkoba,” ujar Andi saat menjadi inspektur upacara pada pembukaan Penyambutan dan Pembekalan Mahasiswa Baru (PPMB) Unpab di kampus tersebut, Jalan Gatot Subroto km 4,5 Medan, Kamis (15/9/2016).

Diutarakan jenderal bintang satu ini, Sumut benar-benar darurat peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Pasalnya, Sumut yang sebelumnya tercantum pada rangking III peredaran narkoba di Indonesia, kini berada di peringkat pertama.

“Dari 14 juta penduduk di Sumut, tercatat 350 juta jiwa terkena narkoba. Bahkan, dari sejumlah razia yang dilakukan BNNP Sumut di tempat-tempat hiburan dan rumah-rumah kos di Medan beberapa bulan terakhir ini, ada 2.500 orang positif narkoba,” ungkapnya.

Menurut Andi, Sumut tetap menjadi daerah rawan narkoba karena berbatasan langsung dengan Aceh dan Malaysia sebagai pintu masuk jaringan internasional. Baru-baru ini BNN menggagalkan peredaran 350 kg sabu asal Tiongkok yang dimasukkan dari Malaysia ke Dumai kemudian ke Belawan.

“Diingatkan mahasiswa tidak sekali-kali mendekati narkoba, karena ekses barang yang satu ini akan melemahkan pikiran dan daya nalar. Mahasiswa harus jadi agen-agen penolak narkoba. Kalau ada teman atau tetangga yang terkena narkoba jangan didiamkan. Ajak mereka untuk melapor ke BNN untuk direhabilitasi, dan yang melaporkan dijamin tidak akan dipidana,” pungkas Andi.

Sementara, hadir dalam acara itu, Rektor Unpab Dr HM Isa Indrawan SE MM, Rektor I Ir Bhakti Alamsyah MT PhD, Rektor III Samrin SE MM, para dekan, ketua program studi (prodi) dan pimpinan lembaga di lingkungan Unpab.

Rektor Unpab Dr HM Isa Indrawan mengatakan, Unpab mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang dilakukan BNNP Sumut. Yakni, dengan menyosialisasikan langsung ke mahasiswa.

“Kita telah bekerjasama dengan BNNP Sumut, untuk melakukan tes urine kepada seluruh civitas akademika. Mulai dari staf pengajar, pegawai hingga mahasiswa Unpab. Kita juga melakukan pendampingan-pendampingan kepada mahasiswa agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” ujar Isa.

Dijelaskan Ketua Asosiasi Relawan Perguruan Tinggi Anti Narkotika (Artpena) Sumut ini, BNNP dan Unpab melalui wadah Artipena Sumut telah menjalin kerja sama dalam program sosialisasi P4GN di kampus. Selain itu, sejumlah dosen Unpab telah dilatih menjadi instruktur pendampingan jika ditemukan korban penyalahgunaan narkoba. (pojoksumut)‬

Previous
Next Post »