Selasa, 13 September 2016

Tendang Murid, Oknum Guru di Purbalingga Dihukum 8 Bulan Penjara

Tendang Murid, Oknum Guru di Purbalingga Dihukum 8 Bulan Penjara

PURBALINGGA – Terbukti bersalah melakukan kekerasan fisik terhadap muridnya, seorang oknum guru di Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng) bernama Purnawan (35), dijatuhi hukuman penjara selama delapan bulan penjara dan denda sebesar Rp1 Juta oleh Pengadilan Negeri (PN) Purbanlingga, Selasa 13 September 2016.

Majelis Hakim menyatakan Guru di SDN 3 Panusupan ini terbukti melakukan penganiayaan dengan menendang muridnya berinsial HCD pada Februari lalu.

Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta terdakwa dihukum sepuluh bulan penjara dan denda Rp1 Juta.

"Dari keterangan para saksi, terdakwa terbukti melanggar Pasal 80 ayat 1 jo Pasal 76 C UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, seperti yang didakwakan oleh jaksa," tutur Ketua Majelis Hakim, Bagus.

Sebelumnya, orang tua HCD melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan Purnawan terhadap HCD. Kasus bergulir hingga pengadilan.

Dalam dakwaannya, JPU menyebutkan, pada Sabtu 25 Februari 2016, HCD dan murid lainnya sedang melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Oleh wali kelasnya, HCD disuruh pindah ke lokasi lain. Tapi Purnawan justru melarang. Purnawan bahkan memarahi dan menendang perut hingga korban mengalami sakit dan memar.

Tidak terima anaknya dianiaya, orang tua korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Rembang. Orang tua korban juga memeriksakan anaknya ke Puskesmas Rembang. Dan menurut keterangan petugas medis, anaknya mengalami memar pada bagian tulang rusuk sebelah kanan.

Sementara itu, pada saat bersamaan, lebih dari 150 warga Desa Panusupan yang berasal dari keluarga korban mendatangi PN Purbalingga untuk menyaksikan sidang tuntutan itu. Mereka meminta agar terdakwa dihukum yang setimpal sesuai dengan perbuatannya, terlebih lagi terdakwa merupakan pendidik yang seharusnya menjadi contoh di masyarakat.

Bahkan, usai mendengar vonis hakim, warga berhamburan dari ruang sidang dan mengeluarkan tumpeng tanda bersyukur. Salah satu keluarga korban, Saptono, mengaku puas dengan keputusan hakim.

"Kami berharap setelah ada putusan ini tidak ada lagi tindak kekerasan yang dilakukan oleh guru kepada siswanya," tutur Saptono ( Okezone )

Previous
Next Post »